oleh

Warga Jatim Ngeluh Ke Sartono, Harga Gabah Turun Hingga Elpiji 3kg Langkah

JATIM – Anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrat Sartono Hutomo terus memanfaatkan waktu resesnya sebaik mungkin. Dirinya bertemu langsung dengan masyarakat di dua Kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Saat bertemu dengan petani di Desa Kauman, Kecamatan Kauman dan Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Sartono mendapat keluhan langsung dari para petani terkait harga gabah yang terus anjlok, dan kondisi ini terus terjadi disaat panen berlangsung.

Saidi, petani Desa Kauman mengatakan, hasil panen tahun ini sangat bagus namun itu tidak sejalan dengan harga gabah yang dibeli. Padahal, Pemerintah harus melihat masalah ini.

“Padahal hasil panen kali ini termasuk bagus, kalau saja harga tetep stabil dimusim panen pastilah para petani akan sangat berterimakasih kepada pemerintah,” kata Saidi kepada Sartono saat menggelar diskusi.

Parahnya lagi, turunnya harga gabah ini disaat masyarakat sedang dihadapkan dengan anjloknya eknomi akibat pandemi Covid-19. Otomatis, kondisi menjadi pukulan telak bagi masyarakat, terkhusus bagi para petani dengan turunnya harga gabah.

Kepada warga dan para petani, Sartono mengakui dirinya dan Partai Demokrat sering menolak keputusan Pemerintaj untuk melakukan impor beras disaat panen. Padahal, jika Pemerintah mau membeli hasil panen masyarakat, maka akan membantu ekonomi masyarakat Indonesia sendiri.

“Mereka petani yang menyediakan bahan makan pokok kita tiap hari belum merasakan kesejahteraan, padahal merekalah pahlawan bagi orang-orang kota. Dalam rapat-rapat dengar pendapat saya selalu keukeuh menolak impor beras, bagaimanapun alasanya,” kata Sartono di hadapan warga.

“Karena memang Pemerintah tak punya data yang akurat untuk melakukan impor beras tersebut. Apalagi hal tersebut dilaksanakan menjelang panen raya, saya kira ini tidak bijak,” tambah Sartono.

Usai berdialog dengan masyarakat di Kabupaten Ponorogo, Sartono kembali melanjutkan perjalan ke Desa Pringkuku, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Di Pacitan, warga mengakui kenaikan harga bahan rumah tangga sangat menyusahkan mereka.

Tidak hanya itu, di wilayah Kecamatam Pringkuku juga terjadi kelangkaan Elpiji 3kg yang menjadi hal utama bagi mereka. Bahkan, kata warga kelangkaan elpiji 3kg ini sering terjadi. Untuk itu, Sartono meyakinkan masyarakat jika dirinya akan perjuangkan aspirasi mereka ke Pemerintah Pusat.

“Ini murni keluhan rakyat dan harus kita perjuangkan,” tegas Sartono. (***)

Komentar

Loading...