Klarifikasi Soal Pesta Miras, Nur Aksa Anggota DPRD PDIP Minta Maaf

JAKARTA – Anggota DPRD Baubau dari Fraksi PDIP, Nur Aksa akhirnya membuka suara (klarifikasi) atas video viral dirinya yang diketahui ada saat berlangsungnya pesta miras bersama rekan-rekannya.

Dalam klarifikasinya, Nur Aksa mengakui bahwa potongan 3 video yang beredar masing-masing berdurasi 3 detik, 9 detik dan 14 detik itu merupakan potongan video dalam acara kumpul-kumpul teman yang digelar pada Selasa, 15 September 2020 sekira pukul 19.00 – 21.30 WITA. Yang mana saat itu dirinya bersama rekan-rekannya bertemu secara kebetulan dalam sebuah acara peresmian usaha.

“Dimana saya juga turut diundang untuk menghadiri acara tersebut. Dan kegiatan tersebut secara keseluruhan hanyalah aktivitas kumpul biasa tanpa ada pesta miras sebagaimana ramai diberitakan,” kata Nur Aksa dalam rilis hak jawab dan hak koreksi yang dikirim ke redaksi, Senin (21/9).

Politisi muda PDI Perjuangan itu mengakui bahwa memang benar dirinya yang ada dalam 2 potongan video pendek berdurasi 3 detik, dan 9 detik yang direkam langsung oleh seorang wanita yang diduga bernama Ayu. Hanya saja, untuk video yang berdurasi 14 detik yang menampilkan beberapa minuman keras (anggur merah), Nur Aksa tidak mengetahui lokasi dan kejadian video tersebut.

“Saya ada di dalam frame video tersebut (durasi 3 dan 9 detik), serta 1 potongan video story Instagram berdurasi 14 detik yang berisi gambar botol minuman beralkohol dimana saya sama sekali tidak mengetahui kejadian tersebut,” akuinya.

Dalam klarifikasi lainnya, Nur Aksa juga menegaskan bahwa dari ketiga video tersebut, faktanya tidak ada satupun gambar atau tayangan yang menunjukkan bahwa dirinya dalam situasi sedang melakukan pesta miras. Selain itu juga, terkait narasi ada pelukan hingga hal-hal yang tidak senonoh yang dirinya lakukan bersama dengan salah seorang ASN adalah hal sama sekali tidak benar.

“Sebab faktanya video tersebut hanya memperlihatkan situasi saya sedang berbincang sambil berbisik kepada rekan saya. Tudingan pesta miras tersebut dugaan saya bersumber dari 1 potongan video story Instagram yang memperlihatkan botol miras lalu secara sengaja digabung dengan 2 potongan video lainnya kemudian diteruskan secara tidak bertanggung jawab,” urainya.

Meski demikian, Nur Aksa senantiasa berbaik sangka bahwa kejadian tersebut merupakan teguran agar kedepannya melakukan instrospeksi diri serta menjaga pergaulan agar lebih baik lagi.

“Tak lupa saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat kota Baubau atas kehebohan yang terjadi karena pemberitaan ini,” tutup Nur Aksa. (***)

 

Komentar