Lawan DPP, DPD PDIP Sultra Sebut Tugas DPC Di Kasus Nur Aksa Sudah Selesai

JAKARTA – Kasus video pesta minuman keras (Miras) yang melibatkan oknum Anggota DPRD Kota Baubau Fraksi PDIP Nur Aksa makin liar. Bagaimana tidak, kasus yang dinilai mencoreng nama partai ini bak bola panas oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Sulawesi Tenggara dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kota Baubau.

Kasus Nur Aksa ini sudah dilaporkan ke Dewan Perwakilan Pusat (DPP), setelah dibentuk tim penyelesaian masalah oleh DPC. Namun. DPP mengembalikan kasus tersebut kepada DPC untuk diselesaikan.

Intruksi DPP ini nampaknya tidak sejalan dengan Pengurus DPD PDIP dalam penyelesaian kasus tersebut, setelah pernyataan Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPD PDIP Sultra, La Ode Muhrim Bay bahwa tugas DPC sudah selesai di kasus Nur Aksa.

Menurut Muhrim Bae, tugas dari Tim Penyelesaian Masalah yang dibentuk DPC PDIP Baubau sebenarnya sudah selesai, menyusul adanya klarifikasi langsung oleh Nur Aksa. Hasil klarifikasi itulah yang selanjutnya akan dibawa ke DPD dan selanjutnya ke DPP untuk pengambilan keputusan.

“Kewenangan DPC sudah tidak ada sebenarnya. Artinya apapun hasil dari DPC itu kan mereka cuma melakukan klarifikasi saja setelah itu dibawa ke DPD dan selanjutnya ke DPP. Tidak serta merta apapun yang diputuskan oleh DPC hasilnya langsung seperti itu,” kata Muhrim Bae kepada wartawan, Senin (28/9).

Dikatakan Muhrim Bae, kalaupun kedepan Nur Aksa tidak jadi untuk menempuh jalur hukum tidak akan menjadi persoalan, meski kasusnya sudah mencoreng nama besar partai. Apalagi sampai mendapat sanksi seperti yang diungkapkan oleh Ketua Tim Penyelesaian Masalah yang dibentuk melalui rapat pleno DPC PDIP Kota Baubau Rais Jaya Rachman.

“Tidak akan menjadi masalah. Nur Aksa juga sudah melakukan klarifikasi di DPC PDIP Baubau. Kalau sudah ada proses hukum dan dinyatakan bersalah baru diambil tindakan, tapi kalau proses hukum belum ada tetap kami akan lindungi,” tegasnya.

“Iya itu (proses hukum) tidak serta merta juga dilakukan karena hasil komunikasi dengan Nur Aksa, masih ingin melakukan komunikasi terlebih dahulu bersama keluarga besarnya. Terkait nanti langkah-langkah apa yang dilakukan. Kita siap dampingi Nur Aksa sebagai kader,” turupnya. (***)

Komentar