oleh

Pesta Miras Anggota DPRD PDIP, Pengamat: Mundur Saja, Jangan Rusak Nama Institusi

JAKARTA – Potongan video pendek Anggota DPRD Kota Baubau Fraksi PDI Perjuangan Nur Aksa yang sempat viral terus menjadi pembicaraan publik. Bagaiman tidak, potongan video pendek itu mempertontonkan Nur Aksa bersama rekan-rekannya sedang asyik menikmati minuman keras (Miras) jenis anggur merah.

Dalam potongan video itu, Nur Aksa sedang asyik tertawa sambil berbicara dengan rekannya Firman Ndoloma yang dalam video tersebut, Firman sedang memegang gelas yang berisikan Miras sambil meneguhkan ke mulutnya. Firman sendiri diketahui adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu instansi Pemerintahan di Kota Baubau. Sikap anak buah Megawati Soekarnoputri ini lantantas mendapat sorotan dari Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie.

Menurut Jerry Massie, perilaku yang ditunjukkan oleh Nur Aksa, Firman Ndoloma dan rekan-rekannya itu tidak pantan ditiru, terlebih kepada orang tang berstatus sebagai legislator dan ASN karena tidak mencerminkan sikap sebagai abdi negara. Sehingga keduanya tidak pantas untuk dipertahankan tetap sebagai wakil rakyat dan abdi negara.

“Saya nilai moral ASN ini sudah rusak dan tidak mencerminkan sebagai seorang abdi negara. Mereka harus jadi contoh, ASN seperti tak pantas lagi dipertahankan nanti negara kita rusak akibat perilaku mereka. Wakil rakyat dan ASN ini perlu diberikan sanksi, kan ada SP1 dan SP2 tinggal lihat punishment seperti apa,” kata Jerry saat dihubungi, Sabtu (19/9).

Dijelaskan Jerry, jika seseorang sudah diberikan amanah untuk menjadi seorang pejabat publik seperti Nur Aksa yang saat ini menjadi Anggota DPRD Kota Baubau dan Firman Ndomola sebagai ASN maka secara otomatis mereka terikat dengan kode etik. Sehingga, tidak dapat berbuat semaunya, karena apa yang dilakukan tentu menjadi perhatian publik. Berbeda dengan masyarakat biasa.

“Misalnya dalam Pilkada pun di atur kode etiknya atau ada Undang-undangnya. Semua diatur dalam PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. PP No. 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa. KORPS & Kode Etik PNS,” jelasnya.

Nah, dengan adanya peristiwa tersebut, sebagai pengamat kebijakan publik, perlu mempertanyakan mental keduanya. Sebab, apa yang sudah dilakukan tentunya sudah mencoreng nama institusi.

“Nah, mental mereka saya pertanyakan. Kalau sudah tak ingin duduk sebagai wakil rakyat dan ASN mundur saja. Jangan merusak nama institusi yang ada ini pelanggaran berat bagi saya,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Ju’mat 18 Oktober 2020, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video yang diketahui oknum anggota DPRD Kota Baubau Nur Aksa dan salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Baubau inisial Firman Ndoloma yang tengah melakukan pesta miras. (***)

Komentar

Loading...