Demokrat Dukung Permintaan Jokowi Soal Perawatan Pasien Covid

JAKARTA – Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus menambah fasilitas untuk tempat isolasi, dan perawatan kepada pasien positif Covid-19. Hal itu berdasarkan permintaan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam penanganan penyebaran Covid-19.

Anggota Komis IX DPR RI Fraksi Partai Demokrat Lucy Kurniasari mengatakan, permintaan Presiden Jokowi kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto agar pasien Covid-19 menjalani isolasi dan perawatan di fasilitas kesehatan dimaksudkan untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkaran keluarga.

“Permintaan presiden itu sangat ideal. Sebab, pandemi covid-19 bukan penyakit biasa yang dapat ditangani oleh setiap orang,” kata Lucy Kurniasari di Jakarta, Jumat (23/10).

Pasien corona, kata Lucy  perlu ditangani oleh ahli kesehatan dan didukung dengan alat kesehatan yang memadai. Karena itu, rumah sakit atau puskesmas merupakan tempat yang paling tepat bagi pasien Covid-19.

“Dengan penanganan yang intensif oleh para dokter, diharapkan pasien Covid-19 akan merasa lebih nyaman di rumah sakit. Hal ini akan membantu pasien sembuh dari penyakit tersebut,” ujarnya.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya itu, banyak rumah di Indonesia memang masih banyak yang belum layak dilihat dari sisi kesehatan. Situasi ini akan membuka peluang penyebaran Covid-19 di rumah. Kalau kluster rumah muncul, akan semakin sulit memutus rantai pandemi Covid-19.

“Hanya saja kebijakan ini bagus bila semua daerah sudah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Kondisi objektifnya, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di banyak daerah masih memprihatinkan,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Lucy, sebaiknya kebijakan itu berlaku untuk daerah yang fasilitas dan tenaga kesehatan yang secara kuantitas dan kualitas sudah baik. Bagi daerah yang belum, sebaiknya kebijakan itu tidak diterapkan secara kaku.

“Anggota masyarakat yang memiliki tempat tinggal layak kesehatan, diharapkan masih boleh isolasi mandiri di rumah,” tutupnya.

Komentar