oleh

Dimyati Natakusumah: Terlalu Banyak Pihak Pembuat Aturan Covid-19

Jakarta – Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR HR. Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan terlalu banyak pihak atau instansi yang membuat aturan tentang Covid-19. Akibatnya, penanganan Covid-19 berjalan tidak efektif dan efisien. Menurutnya, aturan cukup dibuat secara tersentral atau satu pintu sehingga tidak terjadi overlap kebijakan.

Hal tersebut dikatakannya dalam Webinar Nasional tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) – Implementasi dan Dampaknya, yang digelar oleh Pusat Penelitian DPR RI di Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Serang, Banten, Rabu (30/9).

“Terlalu banyak pihak mengeluarkan aturan tentang Covid-19 ini. Mulai dari Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati sampai Camat, semua membuat aturan. Tidak terpusat pada satu pintu atau one stop service tentang covid19. Sehingga penanganannya tidak efektif dan efisien,” ujar Dimyati.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini yakin, dengan tersentral pada satu pintu yakni instansi yang khusus ditunjuk dan diberikan tugas oleh Presiden menangani pandemi, maka semua kebijakan harusnya dibuat oleh instansi tersebut. Satgas Covid-19 ujarnya, harusnya memiliki wewenang terhadap aturan, anggaran, serta berbagai kebijakan terkait penanganan Pandemi Covid-19, dan yang lain harus mengikuti.

“Hal ini juga saya sampaikan kepada Satgas Covid-19 Provinsi Banten, dapil saya. Agar anggaran yang disediakan oleh pusat untuk penanganan covid-19 ini juga harus langsung didistribusikan ke Kabupaten/Kota yang ada. Karena penanganan Covid ini berkejaran dengan waktu dan menyangkut kesehatan serta keselamatan masyarakat,” ungkap Dimyati.

Dia tambahkan, harus ada koordinasi yang baik antara instansi pusat yang diberikan kewenangan dengan tiap instansi di daerah. Segala model distribusi dan penyampaian bantuan harus dijalankan secara cepat. “Setelah semua berjalan, disinilah kembali diperlukan peran pemerintah pusat, yakni melakukan pengawasan ke daerah atas pendelegasian yang telah diberikan tersebut,” pungkas Dimyati.

Komentar

Loading...