Bamsoet: Agar Tak Terombang Ambing, IMI Perlu Sosialisasi 4 Pilar

Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan Sosialisasi Empat Pilar MPR (Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika) sangat penting dan strategis sebagai upaya membangun wawasan kebangsaan.

Demikian juga halnya dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR terhadap keluarga besar Ikatan Motor Indonesia (IMI). “Agar IMI tidak terombang-ambing di tengah arus global. Empat Pilar sebagai penyemangat dan pemersatu bangsa,” kata Bamsoet, dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR dan Peresmian Tata Cara Berkendara Sepeda Motor Berkelompok, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Selain sosialisasi lanjut Bamsoet, tugasnya sebagai Ketua MPR mengatur cuaca kebangsaan agar tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin. Tidak kepanasan karena kemarau panjang dan jangan juga kebanjiran di musim hujan.

“MPR tidak lagi memilih presiden dan wakil presiden. Beda dengan MPR sebelumnya. Sekarang memilih presiden dan wakil presiden diserahkan ke rakyat,” tegasnya.

Selain itu, mantan Ketua DPR ini juga mengungkap perihal visi dan misi Presiden yang dijadikan rujukan untuk menyusun RPJM. “Apa yang terjadi, setiap presiden buat visi dan misinya masing-masing yang tidak nyambung. Alhasil, kita ibarat menari poco-poco, maju atau mundur tiga langkah,” ujarnya.

Karenanya Bamsoet menegaskan, MPR tengah berjuang, kembali menghadirkan haluan negara agar arah bangsa ini jelas.

“Contoh, Pak Jokowi putuskan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Apa ada jaminan nanti dilanjutkan oleh presiden berikutnya? Demikian juga dengan pembangunan infrastruktur. Untuk memastikan kesinambungan itu, MPR memandang perlu haluan negara itu,” tegasnya.

Demikian juga halnya dengan kerja sama antar gubernur yang sulit untuk diwujudkan. “Kerja sama antar gubernur sulit diwujudkan karena visi dan misi dibuat oleh konsultan, sehingga terjebak dengan kepentingan sempit,” pungkasnya.

Komentar