AMBON – Google News Institute bekerja sama denga Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku-Maluku utara kembali menggelar training cek fakta 2020 bersama puluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura dan seluruh anggota AMSI.
Kegitan yang digelar di ruang aula FISIP tersebut juga diikut secara virtual oleh keanggotaan AMSI Maluku-Maluku Utara dan sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas FISIP Unpatti, Prof. Dr. Tonny D. Pariela, MA. menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan Cek Fakta oleh Google Instite bersama AMSI.
Menurutnya Latihan tersebut merupakan sebuah kebutuhan ditengah situasi Post True atau Post Fact yang sangat mempengaruhi proses berkomunikasi di masyarakat.
“Oleh sebab itu gerakan untuk melakukan verifikasi terhadap hoaks atau fake news dengan serius sangat penting agar tidak menimbulkan masalah di tengah masyarakat,” ujar Pariella dalam sambutannya, Jumat (6/11).
Dikatakan, Maluku cukup sensitif untuk isu-isu hoaks maupun ujaran kebencian. Karenannya, konstribusi wartawan dan insan pers secara lembaga di Maluku dalam melakukan verifikasi secara serius dan sungguh-sungguh akan mambantu menjaga stabilitas, kenyamanan dan kemanan di Maluku.
Sementara itu, Koordinator Wilayah AMSI Indonesia Timur, Upi Asmaradana, menyampaikan terimakasihnya terhadap FISIP Unpatti yang turut mendukung kegiatan Training Cek Fakta AMSI Malku-Malut bersama jurnalist dan mahasiswa di Maluku.
Menurutnya, kegiatan cek Fakta AMSI Maluku Malut yang digelar di FISIP Unpatti merupakan yang kedua kalinya, namun pelaksanannya diharapkan bisa meningkatkan kapasitas para jurnalis.
Dukungan juga disampaikan Abdul Herman, mahasiswa peserta Cek Fakta dari Ilmu Komunikasi, FISIP Unpatti. Menurutnya, pelatihan seperti itu akan menambah pengetahuan dan kekritisan mahasiswa, khususnya dalam melakukan filtrasi info hoaks maupun ujaran kebencian .
“Yang paling ditakutkan, jika informasi itu mengandung hoaks atau ujaran kebencian dipercaya masyarakat bisa berdapak hingga ke tindakan-tindakan kriminal, karena itu training cek fakta seperti ini sangat membantu peningkatan kualitas mahasiswa ,” terangnya. (***)







Komentar