oleh

Kapolda Jateng Perintahkan Jajarannya Tindak Tegas Kelompok Intoleran

SEMARANG – Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi memerintahkan seluruh Kapolres dan Kapolresta untuk bertindak tegas terhadap kelompok-kelompok intoleran di wilayah hukum Jateng.

Karena itu, seluruh jajaran dikerahkan untuk mencegah tumbuhnya gerakan intoleransi di masyarakat.

“Itu prinsip dan itu harga mati, seluruh jajaran Kapolres sudah saya perintahkan, tidak ada intoleransi di wilayah Jateng,” kata Kapolda usai sarasehan kebangsaan bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Gedung Gradhika Bhakti Provinsi Jateng, baru-baru ini.

Tak hanya kelompok intoleran, baliho dan spanduk yang dinilai ilegal juga akan dilakukan pencopotan demi keamanan dan ketertiban. Seperti penertiban yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang, Solo, Grobogan, Purbalingga, Klaten, Pekalongan dan Karanganyar.

“Pencopotannya tidak hanya di daerah Solo, tetapi di seluruh jajaran Polda Jateng. Baliho dan spanduk yang dicopot adalah yang menyalahi aturan, tanpa izin penempatan dan lokasi, apalagi yang bernada profokasi memeca belah rasa persatuan dan kesatuan bangsa.” tegas Kapolda.

Seperti yang terjadi di Kota Semarang, penertiban baliho dan spanduk ilegal juga menyasar baliho bergambar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Hal sama juga dilakukan Satpol PP dan kepolisian Surakarta.

Baliho dan spanduk itu dicopot oleh Satpol PP dengan pengawalan TNI/Polri. Penertiban dilakukan di seluruh jalan protokol di Kota Solo. Lokasi penertiban antara lain di Kecamatan Serengan, Kecamatan Laweyan, hingga Kecamatan Pasar Kliwon.

“Kami ikut mendorong Satpol PP menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Fungsinya melakukan penertiban spanduk maupun baliho yang tidak sesuai ketentuan. Polri memberikan jaminan keamanan untuk Satpol PP menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak. (Art)

Komentar