oleh

Komisi IV Minta KPPU Selidiki Sikap Monopoli Perusahaan Di Ekspor Benih Lobster

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusut adanya dugaan monopoli ekspor benih libster di bawah pimpinan, karena ekspor komoditas itu tidak boleh menguntungkan pihak tertentu.

“KPPU perlu turun tangan dan menyelidiki apa alasannya hanya memberikan izin ke beberapa perusahaan. Jangan sampai perusahaan itu bertindak seperti monopoli,” kata Andi Akmal kepada wartawan, Rabu (25/11).

Menurut Andi Akmal, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo pada, Rabu (25/11) dini hari tadi di Bandara Soekarno-Hatta setelah kembali dari Amerika Serikat.

“Kini kita tak bisa berbuat apa-apa, karena masalahnyab sudah berada di ranah hukum (KPK, red). Yang pasti Edhy Prabowo adalah sahabat kita,” ucapnya.

Dikatakan Andi Akmal, DPR sudah menjalankan fungsuinya yakni melakukan pengawasan terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Fungsi DPR sebagai sebagai legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Dan jauh-juah hari kita sudah ingatkan soal ekspor benih lobster,” akuinya.

“Kami sebagai anggota DPR akan menggunakan hak untuk mengawasi. Secara kinerja, pengawasan ada di komisi IV yang bermitra dengan kementerian Kelautan dan Perikanan,” sambungnya.

Dijelaskannya, kebijakan ini belum mempunyai peraturan turunan yang memadai. Akan tetapi, lanjutnya, beberapa perusahaan sudah diberikan rekomendasi ekspor tanpa uji publik yang jelas.

Komentar