Kuatkan Ekonomi, MPR Dukung Libur Panjang Akhir Tahun

JAKARTA – Rencana Pemerintah memangkas hari libur diakhir tahun dinilai tidak tepat dengan kondisi ekonomi bangsa saat ini. Dimana, Indonesia sedang mengalami resesi saat diserang pandemi Covid-19 selama 9 bulan.

“Kita ini memang sudah banyak liburnya. Begini, liburan panjang itu adalah gunanya untuk menggrade pertumbuhan ekonomi agar tempat-tempat wisata, warung bisa buka,” kata Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid di ruang Presroom DPR RI, Senin (23/11).

Meski begitu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyadari betul dampak peningkatan jumlah orang terpapar Covid-19 usai libur panjang pada bulan kemarin.

“Kemarin agak panjang liburannya, katanya menimbulkan dampak klaster Covid, nah yang penting dilakukan oleh Pemerintah adalah bukan memperpanjang atau memperpendek liburan, tapi ksesempatan apa menggerakkan ekonomi itu,” ucapnya.

Menurut Jazilul, libur panjang yang akan berlangsung pada akhir tahun nanti harus dimanfaatkan oleh Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa, karena beberapa hari besar keagamaan yang sudah dilewati tidak mampu menggerakkan ekonomi.

“Kesempatan tahun baru atau akhir tahun, itu juga kesempatan untuk menggrade ekonomi kita, semua hari-hari besar ini tidak lagi menjadi kegiatan yang bisa menggerakkan ekonomi,” jelasnya.

“Ramadhan, Idul Fitri dan nanti tahun baru dan natal tidak ada lagi, stak kegiatan masyarakat, terutama yang jual baju baru ini,” sambungnya.

Jazilul juga meminta Pemerintah sebisanya mencari cara agar kegiatan di libur panjang tetap berjalan, tanpa harus tertular Covid-19 dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Gimana caranya agar Pemerintah bisa memfasilitasi masyarakat, mereka bisa berkumpul, tetapi tidak tertular Covid agar ekonomi bergerak,” pintanya.

“Intinya masyarakat dan pemerintah berkepentingan untuk menaikan pertumbuhan ekonomi, olehnya itu libur panjang dimanfaatkan untuk menaikan grade ekonomi, kalau soal di rumah, kita semua sudah menjalankan aktivitas di rumah, kerja di rumah, semua di rumah,” tutup Jazilul.

Komentar