oleh

Berkat UPI YAI, Masyarakat Paseban Berhasil Manfaatkan Keterbatasan Ruang Untuk Usaha

JAKARTA – Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) Universitas Persada Indonesia (UPI) berhasil mengajak Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kelurahan Paseban, Senin, Jakarta Pusat untuk memanfaatkan lingkungan mereka yang terbatas untuk berusaha.

Hal ini dilakukan oleh tiga peneliti dari UPI YAI Dr. Euis Puspita Dewi, Dr. Siti Sujatini dan Henni yang merupakan dosen tetap di Fakultas Universitas Persada Indonesia. Kegiatan ini, kata mereka atas dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta lewat Peraturan Gubernur (Pergub) No. 102 tahun 2018, PEMDA DKI Jakarta melalui Sudin Perindustrian dan Energi (PE) memberikan izin usaha dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Menurut mereka, wilayah permukiman yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha di rumah tinggal adalah Kelurahan Paseban, yang terletak di wilayah strategis, dekat dengan perkantoran dan perdagangan.

“Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan bagi Mitra Masyarakat, bernama Kelompok Usaha Bersama yang berlokasi di Kelurahan Paseban RW 02, dalam menata ulang ruang usaha yang produktif, aman, dan sehat,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/12).

Menurut tiga peneliti ini, kegiatan pendampingan ini dilakukan dalam rangka menjawab permasalahan yang dihadapi mitra sebagai penghuni, sekaligus penyelenggara usaha di hunian padat.

“Ini meliputi keterbatasan luas ruang, dan tingginya kerapatan antar bangunan, serta rendahnya kualitas ruang dan minimnya fasilitas umum dalam mendukung usaha,” ujar mereka.

Dijelaskannya, pelaksanaan pendampingan terdiri dari beberapa tahapan, yakni dari wawancara dan observasi, kebutuhan mitra, sosialisasi, hingga konsultasi desain pada ruang usaha yang memenuhi syarat usaha dari Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kelurahan Paseban.

“Pembuatan model desain ruang usaha yang produktif dan memenuhi syarat keamanan, kenyamanan serta kesehatan,” jelas mereka.

Dikatakan mereka, tujuan utama dari kegiatan ini lebih pada memberikan pemahaman kepada masyarakat di Kelurahan Paseban untuk bagaiman memanfaatkan rumah-rumah mereka dalam mengembangkan usaha yang legal dan memiliki izin dari Pemerintah.

“Kegiatan ini telah membantu dalam memberikan pemahaman tentang penataan ruang usaha yang sesuai dengan aturan untuk memenuhi izin usaha, produktif dan sesuai standar keamanan dan kenyamanan,” ucap mereka.

Secara umum, kata mereka, dari hasil pendampingan mitra sudah memahami bagaimana menata ruang usaha yang memenuhi persyarata izin usaha, dari mulai luas ruang usaha, kebutuhan ventilasi, organisasi ruang dan pengelolaan sampah serta limbah.

“Model desain ruang usaha di hunian padat dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat untuk dapat diterapkan di rumah masyarakat RW 02 pada khususnya dan Kelurahan Paseban pada umumnya,” tutup mereka. (***)

Komentar