Kembangkan Vaksin Merah Putih, PPP Minta Pemerintah Tak Tergantung Asing

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Anas Thahir meminta Pemerintah Indonesia memprioritaskan vaksin merah putih sebagai vaksin andalan nasional, agar tidak tergantung pada produksi asing dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Pemerintah perlu melakukan percepatan pengembangan dan produksi vaksin merah putih sebagai vaksin andalan nasional yang aman dan ampuh agar Indonesia bisa segera melepas ketergantungan terhadap produksi vaksin asing,” kata Anas Thahir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/12).

Dikatakan politisi asal Jawa Timur III ini, Pemerintah harus mengutamakan keselamatan masyarakat dengan meningkatkan proporsi vaksin program, ketimbang vaksin mandiri. Dengan demikian, vaksin buat masyarakat kecil akan tertangani.

“Sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat, saya berharap pemerintah bisa meningkatkan proporsi skema ‘vaksin program’ menjadi lebih besar dari ‘vaksin mandiri’ dari total target vaksinasi nasional,” ungkapnya.

“Dengan demikian vaksinasi bagi masyarakat kurang mampu menjadi lebih banyak yang tercover,” sambungnya.

Menurut Anas Thahir, target populasi yang akan divaksinasi perlu diperluas hingga menjangkau kelompok usia di bawah 18 tahun, dan usia di atas 59 tahun.

“Target populasi yang akan divaksinasi, supaya diperluas sehingga bisa menjangkau semua kelompok umur, termasuk usia dibawah 18 tahun dan usia diatas 59 tahun. Dan pada saat yang sama pemerintah harus memastikan kesiapan sistem pemantauan (surveilans) kejadian ikutan pasca imunisasi secara efektif,” jelasnya.

Anas Thahir juga mengingatkan Pemerintah, agar sebelum mengeluarkan persetujuan penggunaan Vaksin Covid-19 pada masa darurat (Emergency Use Authorization/EUA), BPOM  harus benar-benar menggunakan asas kehati-hatian dengan memprioritaskan pertimbangan keamanan, keselamatan dan khasiat Vaksin.

Komentar