JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman meminta Presiden Joko Widodo membentuk tim pencari fakta independen terkait tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di tangan polisi.
Pasalnya, tewasnya enam laskar FPI ini ada dua versi yang berbeda, yakni dari Polda Metro Jaya dan dari FPI. Menurut Benny K Hamarman, dibentuknya tim pencari fakta independen ini agar tidak terjadi simpang siur soal masalah tersebut.
“Presiden sebagai kepala pemerintahan perlu membentuk Tim Pencari Fakta independen untuk mengungkapkan kasus ini mengingat munculnya berbagai versi di masyarakat pada saat ini,” kata Benny K Harman kepada wartawan, Selasa (8/12).
Selain Presiden membentuk tim pencari fakta, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mendesak Kapolri, Jenderal Pol. Idham Azis memberikan penjelasan secara transparan terkait langkah anggotanya menembak mati enam laskar FPI di jalan tol Jakarta-Cikampek pada, Senin (7/12) dini hari.
“Kapolri harus menjelaskan secara terbuka, jujur, obyektif, dan rasional alasan tembak mati dilakukan terhadap enam orang warga sipil ini,” jelasnya.
Penjelasan objektif itu, kata Benny K Haraman agar publik mengetahui secara jelas penembakan tersebut. “Penjelasan obyektif dan terbuka diperlukan agar publik mengetahui secara jelas duduk masalahnya,” tutupnya.







Komentar