Bustami Zainudin Berharap Kapolri Baru Jadi Sahabat Rakyat

Lampung – Anggota Komite II DPR RI Bustami Zainudin berharap hadirnya calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo membawa angin segar dalam tubuh institusi Polri dan menjadi sahabat rakyat sehingga citra Kepolisian tidak menakutkan saat berada di tengah masyarakat.

“Saya berharap Komjen Pol Listyo ketika menjabat Kapolri dapat meyakinkan masyarakat bahwa Polri mampu bekerja secara profesional dan selalu dekat dengan masyarakat. Mampu melindungi dan memberikan perasaan aman bagi semua pihak,” kata Bustami Zainudin dalam rilisnya, Rabu (20/12021).

Penegakan hukum yang dilakukan Polri lanjutnya, harus tegas namun humanis sehingga tidak boleh lagi ada adigium hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

“Pekerjaan rumah sudah menunggu. Seperti persoalan tanah di Lampung. Dari problem tanah agraria, tanah adat hingga konsensus yang mengedepankan rakyat sebagai mitra dalam pengelolaan lahan hutan juga harus diimplemntasikan, Polri harus hadir pada posisi ini,” kata Bustami.

Penegakan hukum terkait dengan lahan juga harus tegas namun humanis. Jangan sampai menimbulkan korban jiwa atas konflik agraria yang lima tahun belakangan terjadi di Lampung. “Hadirkanlah wajah Polri yang memberikan masyarakat penegakan hukum yang berbasis keadilan, menghormati HAM dan mengawal demokrasi,” pinta Bustami.

Masih berkaitan dengan konflik agraria, Presiden telah menyerahkan surat keputusan hak lahan secara simbolis, sebagian mengikuti lewat daring. Rinciannya, hutan sosial seluas 3.442.460,20 hektar bagi 651.568 keluarga, hutan adat 37.526 hektar, dan TORA 72.074,81 hektare.

“Penyerahan SK ini tentunya bagian dari kebijakan redistribusi aset dan reforma agraria yang berjalan lima tahun terakhir. Tujuannya, mengurangi ketimpangan ekonomi dan jadi satu jawaban bagi banyak sengketa agraria. Pada posisi inilah, Polri harus mengawal kebijakan yang ada,” ungkap Bustami.

Kebijakan ini pun menjadi salah satu jawaban atas sengketa-sengketa agraria di Lampung termasuk daerah lainnya. Baik itu antara masyarakat dengan perusahaan atau antar masyarakat dengan pemerintah.

“Jika konflik dibiarkan, maka petani tidak bisa menggarap. Efeknya pada pendapatan. Perusahaan lahannya tak berfungsi, sementara negara tidak mendapatkan pemasukan dari aset itu. Ini gambaran kecilnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, imbuh Bustami, Listyo Sigit harus dapat menjadikan Polri sebagai sahabat rakyat dan selalu dekat dengan rakyat bukan menjadi hal yang menakutkan jika berada di tengah rakyat. Dengan segudang pengalaman dan telah menempati tempat-tempat strategis di tubuh Polri, tentunya akan lebih mudah menjalankan tugas.

“Sejauh ini saya optimistis Listyo Sigit Prabowo memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang tidak diragukan lagi untuk meneruskan tongkat komando dari Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada akhir bulan Januari 2021,” imbuh mantan Bupati Way Kanan itu.

Komentar