DPR Pastikan Kota Cirebon Dapat Pojok Baca Digital

Cirebon – Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih memastikan Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2021 ini mendapatkan Pojok Baca Digital dan per tanggal 22 Januari 2021 koleksi bukunya juga sudah ditambah sebanyak 500 judul buku.

Pojok Baca Digital Menurut Fikri, menjadi dukungan transformasi dari buku konvensional ke paperless atau e-book yang saat ini sedang berlangsung di Kota Cirebon.

“Mereka sudah berusaha juga, sudah dicek lewat aplikasi Krisna dan Kota Cirebon termasuk yang nanti akan dapat Pojok Baca Digital, sehingga Kunjungan Kerja Spesifik kali ini sangat bermanfaat,” kata Fikri, saat memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi X DPR dengan jajaran Pemko Cirebon, di Kantor Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/1/2021).

Dalam pertemuan itu terungkap survei Perpustakaan Nasional yang menghasilkan tingkat literasi masyarakat Kota Cirebon yang belum menggembirakan, yaitu di angka 53 persen.

Menurut politikus PKS itu, untuk mendongkrak literasi tingkat nasional tidak semakin terpuruk, literasi di tingkat kota/kabupaten juga harus naik. Namun di saat pandemi seperti saat ini, muncul kendala untuk mendatangi perpustakaan, sehingga banyak masyarakat yang sudah beralih ke internet, digital, internet, e-book dan seterusnya.

“Ternyata sudah direspon oleh pegiat literasi di (Cirebon) sini, luar biasa, bahkan ada ikon seperti Kapten Literasi dan sebagainya yang dapat membangkitkan kegemaran membaca, keluhan mereka kita dengar dan kebetulan inilah fungsinya Kunjungan Spesifik seperti sekarang ini, menghubungkan antara pemerintah pusat dan daerah ada problematika apa, bottleneck apa, apakah program bisa jalan atau tidak, dan ternyata di sini klop, yang dibutuhkan di sini adalah Pojok Baca Digital, dan ternyata ada skema itu,” ujar Fikri.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati menyampaikan bahwa perpustakaan tetaplah elemen terpenting dalam upaya mendukung penyediaan sumber informasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk meningkatkan kualitas SDM, juga mensyaratkan adanya pengelolaan perpustakaan umum kota, kelurahan, perpustakaan umum komunitas, dan perpustakaan masyarakat yang profesional,” imbuhnya.

Komentar