Jakarta – Wakil Ketua Komite II DPD RI Burhanudin Zainudin mendukung program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) menuju Indonesia Emas pada tahun 2045.
Dukungan tersebut disampaikan Burhanudin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite II dengan Kem BUMN dihadiri antara lain Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto, Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Alex Denni, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Loto Srianita Ginting, secara virtual, Jumat (22/1/2021).
“BUMN harus fokus mewujudkan ketahanan pangan, kesehatan dan ketahanan energi sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas tahun 2045,” kata Bustami.
Senator asal Provinsi Lampung itu mengingatkan, program ketahanan pangan harus fokus pada ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan keberlanjutan manajemen air dan tanah, pertanian dengan teknologi tinggi, ekspansi food inti plasma dan public private partnership kelas dunia.
Untuk program kesehatan, Bustami berharap agar BUMN fokus pada ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan kesadaran dengan program utama membentuk cluster rumah sakit dan farmasi BUMN, ekosistem kesehatan terintegrasi, penguatan kapabilitas domestik dan fokus pada upaya preventif.
“Untuk ketahanan energi fokusnya adalah ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, keberlanjutan dan daya saing dengan program industri energi dalam negeri dari hulu ke hilir, mendorong value added industri energi, refinery and pertochemical serta electric vehicle battery,” kata mantan Bupati Waykanan Lampung itu.
Sebelumnya, Sesmen Kemen BUMN Susyanto menjelaskan program kerja tahun 2021 dengan pagu awal pada tahun ini sebesar Rp244,8 miliar dengan realisasi sebesar Rp228,6 miliar. Program atau kegiatan pokok pada tahun 2021 dibagi menjadi empat bagian.
Pertama, pembina dan pengawas BUMN yang profesional. Didalamnya terdiri peningkatan profesionalitas ASN, penetapan pengurus BUMN sesuai ketentuan, peningkatan produktivitas tenaga kerja BUMN dan peningkatan akuntabilitas kinerja organisasi.
Kedua, memaksimalkan kontribusi BUMN yang terdiri dari peningkatan kontribusi BUMN kepada negara, kontribusi BUMN pada pengembangan energi baru dan terbarukan, dukungan BUMN kepada program strategis nasional, peningkatan belanja modal BUMN, pengelolaan BKBL BUMN, dukungan BUMN terhadap UMKM melalui program kemitraan, peningkatan profitabilitas BUMN dan peningkatan kapitalisasi pasar saham BUMN.
Ketiga mewujudkan kemandirian dan korporatisasi BUMN yang terdiri dari harmonisasi tata kelola BUMN, standarisas anggaran dasar BUMN, peningkatan legal aset BUMN, Satgas Kawal BUMN, penguatan pendanan BUMN, restrukturisasi utang BUMN, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko BUMN dan penyusunan laporan keuangan BUMN konsolidasi.
Keempat yakni peningkatan keunggulan dan daya saing BUMN yang terdiri dari peningkatan pasar BUMN ke luar negeri, inovasi yang bernilai strategis dan program hilirisasi yang dijalankan BUMN, perbaikan INDI 4.0 pada BUMN, pembentukan holding BUMN dan program restrukturisasi BUMN.







Komentar