Herman Dianiaya Polisi, DPR Singgung Polri Humanis Ala Kapolri

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh menyinggung soal Polri humanis yang disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menjalani uji kepatutan calon Kapolri beberapa hari kemarin. Hal ini disampaikan Pangeran usai mengetahui ada tahanan yang mati di Polresta Balikpapan dengan luka disekujur tubuhnya.

“Sebagaimana disampaikan oleh Kapolri saat fit and proper test di Komisi III. Kepolisian di era beliau akan bertindak secara humanis dan professional dalam menangani berbagai perkara,” kata Pangeran kepada wartawan, Senin (8/2).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta masyarakat tidak terpancing dengan kematian Herman, dan masyarakat percayakan kepada pihak kepolisian menyelidiki kasus tersebut.

“Terkait dengan kematian salah seorang tahanan, kami mengharapkan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi,” pintanya.

“Terhadap kasus kematian ini kita serahkan sepenuhnya kepada polda dan propam polda untuk menyelidiki penyebab kematian yang bersangkutan,” sambungnya.

Ketua DPP PAN ini juga meminta kepada Propam Polda Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menindak tegas para oknum anggota polisi Polresta Balikpapan, jika kematian Herman ini ada unsur kekerasan dan penyiksaan.

“Kalau penyebab kematian disebabkan karena adanya unsur tindakan kekerasan dan penyiksaan, dan bukan karena penyebab lainnya maka patut dilakukan tindakan hukum,” jelasnya.

Pangeran juga menyarankan agar kasus kematian Herman ini diusut secara transparan, agar citra polisi tidak tercoreng dengan kejadian ini.

“Semoga hasil penyelidikan dari polda dan propam dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntable sehingga citra kepolisian di mata masyarakat akan meningkat,” tutupnya.

Sebagai informasi, Herman adalah tahanan Polresta Balikpapan yang meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya, setelah ditangkap oleh anggota Polresta Balikpapan. Tidak terima dengan kondisi korban, keluarg Herman pun melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Kaltim.

Komentar