oleh

Komisi III DPR: Penangkapan 12 Polisi Terlibat Narkoba di Bandung Sangat Memalukan

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khaerul Saleh menyesalkan penangkapan terhadap dua belas oknum polisi, diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba, di Bandung Jawa Barat, oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat, Selasa (16/2/2021).

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kasus yang juga melibatkan Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung ini adalah hal yang memalukan karena dilakukan oleh perwira menengah tingkat satu (Komisaris Polisi) yang dalam kariernya kerap berurusan dalam pengungkapan kasus narkoba.

“Kejadian ini sangatlah memalukan dan menampar nama baik korps kepolisian karena terjadi di saat polisi sedang berbenah memperbaiki citra kepolisian di masyarakat. Juga saat negara kita berada pada kondisi darurat narkoba dan sedang giat-giatnya memerangi narkoba,” ujar Saleh dalam rilisnya, Jumat (19/2/2021).

Dengan adanya kasus ini, Pangeran berharap Polri dapat menindak tegas oknum polisi yang terlibat narkoba sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika. Ia mengatakan Komisi III DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta melihat sejauh mana keterlibatan masing-masing oknum polisi tersebut.

Selain itu, pihaknya berharap Propam Polda Jabar dapat menyampaikan perkembangan kasus itu secara transparan kepada publik agar kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian semakin baik.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I itu juga berpesan kepada semua pihak untuk bersama-sama dapat memerangi narkoba karena barang haram itu bisa merugikan dan merusak generasi penerus bangsa.

Sebelumnya diberitakan, Propam Polda Jawa Barat menangkap Kapolsek Astana Anyar bersama 11 oknum polisi lainnya karena diduga menyalahgunakan narkoba. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan total 12 anggota polisi yang ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jabar. “Total ada 12 (anggota Polri). Termasuk Kapolseknya. Sekarang sedang diamankan Propam Polda Jabar,” kata Erdi.

Komentar