JAKARTA – Peningkatan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian Anggota Komisi VII DPR RI Sartono Hutomo, itu terlihat dengan langkah Sartono memberikan bantuan mesin cetak batako kepada masyarakat di Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan.
“Bantuan tersebut dapat membantu perekonomian masyarakat untuk mengembangkan usaha konstruksi,” kata Sartono lewat keterangan persnya saat menggelar Reses masa persidangan II beberapa waktu lalu.
Selain mesin cetak batako, kata politisi asal Dapil VII Jawa Timur ini juga mebagikan alat tukang dan tenda yang dapat dimanfaatkan warga. Bantuan ini, kata Sartono dapat membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Menurut Sartono, peradaban demokrasi dan pendampingan pendidikan untuk semua warga negara mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Masyarakat yang dikehendaki adalah masyarakat yang memiliki integritas, mereka bukan lagi massa yang berkerumun, tetapi menjadi warga negara yang mengetahui apa hak dan kewajiban mereka, baik sebagai individu maupan sebagai kolektif,” ujarnya.
“Sehingga tercipta keteraturan sosial, partisipasi yang elegan, sikap yang santun, masyarakat yang sejahtera, keadaan ekonomi yang mapan, saling bahu-membahu sehingga melahirkan masyarakat yang bertamaddun, yaitu sebuah masyarakat sipil yang berkehendak bebas dan dengan penuh kesadaran mereposisi diri menjadi elemen bangsa yang tangguh dan mandiri,” tambahnya.
“Kesejahteraan, kemandirian, ketangguhan dan kesahajaan serta kebersamaan sebagai warga negara, inilah yang akan didorong untuk bertransformasi ke tatanan negara yang lebih luas, sehingga keadaban demokrasi terwujud, dan transisi bisa kita lewati dengan mudah dan tidak mengecewakan pilar elemen bangsa manapun,” sambungnya.
Dijelaskan Sartono, tujuan utama konstituen dulur dhewe sendiri adalah untuk melakukan capacity building pada semua elemen, terkhusus kepada stake holders dalam rangka lahirnya kebijakan-kebijakan yang berkualitas.
“Empowerment bisa bermakna membangun masyarakat dari bawah, yakni membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang diberdayakan, serta mendorong kesadaran elit untuk melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro kepentingan rakyat. Ada partisipasi dari bawah dan apresiasi dari atas, sehingga kesejahteraan rakyat bisa terwuju” tutup Sartono. (***)







Komentar