MALTENG, LIPUTAN.CO.ID-Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Nusa Ina Group menunjukkan komitmennya untuk menjalankan kewajiban pada program Coorporate Social Responsility (CSR). Salah satunya program tanggung jawab sosial dikemas dalam bentuk program pendidikan.
PT Nusa Ina Group dibawa kepemimpinan Sihar Sitorus itu membangun dua sekolah yakni Paud TK dan SD di tengah area perkebunan kelapa sawit tepatnya di wilayah II PT Nusa Ina Group di Negeri Latea, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Sekolah PAUD TK dan SD yang diberi nama Sekolah Nusa Ina Manise itu dibangun tahun 2019 dan di resmikan sudah kurang lebih delapan bulan atau pada 18 Juli 2020 lalu.
“Sekolah ini dirikan Tahun 2019 dan diresmikan 18 Juli 2020. Niat bangun sekolah, berawal dari bentuk keprihatinan kami di PT Nusa Ina terhadap anak anak kariawan yang tinggal bersama orang tua mereka di area perusahaan Wilayah II PT Nusa Ina. Mereka sebelumnya, harus menempuh 18 kilo meter perjalanan ke sekolah dan itu diantar setiap hari oleh kami dengan mobil. Mereka biasanya jam 4 atau 5 pagi sudah diantarkan ke sekolah masing-masing dan terkadang mereka tidak bisa sekolah kalau musim hujan tiba karena akses jalan terputus. Dan waktu itu kami laporkan kondisi tersebut kepada Bapak Direktur (Sihar Sitorus) beliau memerintahkan untuk bangun sekolah di sini. Dan kami berkoordinasi dengan dinas Pendidikan Maluku Tengah sehingga saat ini sekolah telah beroperasi,” jelas Abdul Muuti Rahawarin, Pimpro PT Nusa Ina Group, di Latea, 25 Maret 2021.
Rahawarin mengungkapkan, semua biaya operasional Sekolah Nusa Ina Manise itu ditanggung perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit tersebut.
“Ini juga membantu pemerintah langkahnya seperti itu, agar anak-anak di sini tidak putus sekolah. Biaya operasional di sini ditanggung 100 persen, atau segalanya ditanggung perusahaan,” tambah Muuti.
Muuti kemudian menjabarkan, jumlah murid di TK PAUD dan SD Nusa Ina Manise itu sebanyak 92. Terdiri dari TK PAUD sebnyak 44 murid dan SD sebanyak 48 murid. Sementara tenaga pengajar berstatus honor TK PAUD 4 orang dan tenaga pengajar SD 10 orang ditambah satu operator serta dua lainya PNS berjabatan di Seoklah Nusa Ina Manise sebagai Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah.
“Para guru Honor yang kami rekrut melalui seleksi, dibayar per bulan setara Upah Minimum Provinsi. Sementara murid yang bersekolah itu gratis tidak dipungut biaya sepersenpun karena baik gaji guru honor maupun operasionalnya ditanggung perusahaan. Untuk guru honorer ini kami pantau dari 3 hingga 6 bulan, jika mereka munjukan kinerja bagus maka kami akan pegawaikan. Ketika mereka berstatus pegawai tetap PT Nusa Ina, semua hak sesuai peraturan akan melekat kepada mereka semua. Seperti tunjangan kesehatan dan lain-lain dan saat ini kami sedang bangun rumah khusus ditempati para guru di sini,” tandas Muuti.
Muuti mengatakan PT Nusa Ina bertekat akan menjadikan Sekolah Nusa Ina Manise sebagai sekolah unggulan. Hal itu akan disiapkan dengan membangun fasilitas mempuni, memantapkan SDM guru dan akan merutinkan kegiatan cerdas cermat untuk memastikan perkembangan murid.
“Jadi semua data disekolah ini terdaftar di dapodik. Saat ini kami masih kekurangan satu guru yakni guru bahasa Inggris dan kami berharap warga disini atau warga Maluku yang lulusan Bahasa Inggris S1 bisa masukan berkas agar kami seleksi guna direkrut sebagai guru bahasa inggris di sini,” harap Muuti.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Nusa Ina Manise, Jamaludin Lakuanine, bersyukur PT Nusa Ina bangun Sekolah baru dengan merekrut guru-guru yang pernah honor di sekolah lain.
“Kami sangat puas dengan didirikan sekolah ini. Bisa bayangkan mereka para guru honor ini sebelumnya honor disekolah lain dengan gaji yang jauh dibawa UMP tapi setelah masuk disini gaji dibayar setara UMP belum lagi ada sejumlah fasilitas yang disediakan. Kami berterima kasih kepada pihak Perusahaan,” pungkas Jamaludin.
Jamaludin dan jajarannya juga bertekat mewujudkan mimpi PT Nusa Ina menjadikan sekolah Nusa Ina Manise sebagai sekolah unggulan. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar sekolah ini menjadi sekolah unggulan,” tandas Jamaludin.
Selain itu, Yako Bamiute, salah satu orang tua siswa yang bersekolah di Sekolah Nusa Ina Manise mengatakan ia berterima kasih kepada Direktur dan jajaran PT Nusa Ina, yang sudah membangun sekolah di Area perusahaan. Karena dengan itu anaknya tidak lagi tempuh 18 kilo meter untuk bersekolah.
“Saya berterima kasih kepada pimpinan peruhsaan karena adanya pendidikan ini, selaku orang tua saya tidak merasah resah anak saya dapat pendidikan sekolah dasar. Sebelumnya anak anak sekolah jauh setelah dibangun ini tidak lagi, saya rasa besyukur,” kata Bamuite.







Komentar