Sekjen PKS Sampaikan Duka Cita Kepada Korban KRI Nanggala 402

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsyi turut berduka atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali, pada kedalaman 838 meter di bawah permukaan.

“Kami dari PKS turut berduka yang sangat mendalam atas musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan utara Bali, yang menyebabkan gugurnya para patriot sejati, pahlawan laut kusuma bangsa, personel onboard KRI Nanggala 402,” kata Aboe Bakar Alhabsyi di Jakarta, Senin (26/4).

Politisi yang akrab disapa Habib Aboe ini berharap, para penerus bangsa dapat melanjutkan semangat kecintaan para kru KRI Nanggala 402 yang telah gugur dalam tugasnya, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat kecintaan dan kesetiaan para prajurit dalam menjalankan tugas harus menjadi inspirasi kita dan para pemuda penerus bangsa khususnya dalam menjaga dan merawat keutuhan NKRI,” ujarnya.

Lebih jauh, Habib Aboe mengungkapkan bahwa musibah tenggelamnya KRI Nanggala 402 adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). Karenanya, Habib Aboe mengimbau perlu adanya evaluasi di tubuh TNI-AL dan investigasi menyeluruh dari kejadian tenggelamnya KRI Nanggala 402.

“Ini adalah sebuah pelajaran yang sangat mahal, dan harus dilakukan sebuah investigasi yang menyeluruh dengan bukti-bukti yang ditemukan agar dapat diketahui dengan pasti apa penyebab sebenarnya KRI Nanggala-402 tenggelam,” pungkas Habib Aboe.

Diketahui, status Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan utara Bali, telah dinaikkan dari status sebelumnya submiss (hilang kontak) menjadi subsunk (tenggelam).

Penetapan status KRI Nanggala 402 menjadi tenggelam dilakukan pada Sabtu (24/4/2021) kemarin, setelah TNI menemukan sejumlah bukti autentik.

Adapun bukti autentik yang ditemukan itu, antara lain pelusur tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye yang biasa digunakan sebagai pelumas periskop kapal selam. (***)

Komentar