oleh

Ciptakan Pengusaha Muda Indonesia Lewat Program Vokasi, Arsjad Rashid Dapat Apresiasi

JAKARTA – Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid memiliki jurus jitu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sebagai dampak dari Pandemi Covid-19.

Menurut Arsjad, di masa depan Kadin pusat dan Kadin Daerah berkolaborasi mencari inovasi untuk membuka peluang usaha sekaligus menciptakan pengusaha baru melalui program vokasi.

Melalui program vokasi diharapkan dapat menciptakan para wirausahawan muda dan pengusaha yang memiliki kompetensi sehingga dapat menciptakan banyak lapangan kerja.

Pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah mengapresiasi gagasan dari Arsjad Rasjid yang dinilai sebagai bagian dari solusi dalam mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, program vokasi perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga mampu menciptakan pelaku usaha yang bisa bertahan ditengah pandemi.

“Menurut saya sebagai sebuah inovasi kebijakan itu baik, itu patut kita apresiasi yang penting itu bagaimana implementasinya bisa dilaksanakan secara menyeluruh, secara komprehensif. Vokasi itu perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga menciptakan pelaku-pelaku usaha yang memahami tentang dinamika terkait dengan kepastian dalam berusaha,” ujar Trubus, Rabu (12/05/2021).

Trubus menambahkan, Kadin sebagai sebuah institusi berkewajiban untuk memberikan pendampingan, pelatihan serta kemudahan akses dalam kegiatan berusaha bagi para pengusaha yang tergabung didalamnya, ia menyebut bahwa bisnis ditengah pandemi membutuhkan kreatifitas dan inovasi agar produk yang diciptakan dapat terserap oleh pasar.

“Karena memang khusus untuk pandemi ini kan pelaku usaha itu dihadapkan oleh kendala-kendala terkait dengan managerial, tata kelola kemudian juga keberlanjutan dari usahanya itu yang sulit kan disitu,” ungkapnya.

Lanjut Trubus, bisnis di era pandemi seperti sekarang berbeda dengan disaat situasi normal, bagi pengusaha dibutuhkan suatu inovasi terbaru, keuletan serta daya tahan yang prima untuk dapat bertahan dengan dinamika yang cukup cepat, ditengah daya beli masyarakat yang menurun.

“Jadi ini pelaku usaha dibutuhkan orang yang lihai untuk mendesain sebuah bisnis yang bisa berkelanjutan dalam arti dia bisa tahan menghadapi situasi yang terus berubah,” ucapnya.

Trubus menyarankan program vokasi ini menyasar generasi milenial atau angkatan kerja produktif dengan diberikan pengetahuan terkait dengan bisnis, agar dapat menciptakan pengusaha baru dikalangan anak muda yang produktif.

“Bagaimana vokasi itu bisa mendorong untuk generasI angkatan kerja, generasi muda yang punya potensi berbisnis itu untuk didorong, kalau bisa penekanan pada milenial dikasih pengetahuan, literasi lah terkait dengan bisnis dimasa pandemi, berikan kemampuan untuk pengembangan usaha, misalnya sekarang ada satu outlet, nanti bisa menjadi 10 outlet gimana caranya itu, butuh kapasitas dan kompetensi dari para pelaku usaha yang memang tahan banting, dibutuhkan keuletan yang tinggi,” tuntasnya.

Sebelumnya, Arsjad yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Usaha mengingatkan agar semua pihak saling membantu untuk mendorong penambahan jumlah pengusaha di Indonesia agar bisa membuat lapangan pekerjaan yang lebih besar. Dengan membuat lapangan kerja lebih besar, maka dapat mengurangi kemiskinan.

Karena itu, ia akan terus mendorong pengembangan kewirausahaan dan kompetensi sehingga semakin banyak wirausahawan.

“Salah satu pilar ketiga visi saya memajukan Kadin di masa depan adalah pengembangan kewirausahaan dan kompetensi. Seperti yang kita ketahui bersama kewirausahaan memegang peranan yang penting di dalam perekonomian kita, khususnya UMKM yang telah berulang kali membuktikan resilience-nya ketika terjadi krisis ekonomi,” ungkap Arsjad

Arsjad menilai, Kadin dapat memainkan peran yang strategis dalam menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya.

Hal ini bisa dicapai antara lain dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman dan melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda.

Penciptaan pengusaha muda ini merupakan keharusan, karena itu perlu juga mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha kita melalui program vocational training. Di era digital seperti saat ini, kata Arsjad, perlu mengakselerasi ekosistem usaha yang berbasiskan data dan ekonomi digital.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berusaha dan berinteraksi dengan konsumen sehingga perlu beradaptasi untuk menjadi tetap relevan.

“Collaboration is better than competition,” ucapnya. (***)

Komentar