Ingin Gempa Susulan Lebih dari 6 Magnitudo, Refly Tehuayo Minta Maaf: Itu Hanya Candaan

AMBON– Aktivis Sosial Kemasyarakatan Maluku, Refly Riffath Tehuayo meminta maaf atas cuitannya di Facebook melalui akun atas nama dirinya yang viral di jagat maya facebook oleh netizen di Maluku Tengah.

“Beta sampaikan permintaan maaf untuk saudara semua terkait beta punya tulisan yang dianggap meresahkan dan sudah terlanjut di-viralkan,” kata Refly saat dihubungi LIPUTAN Kamis (17/6).

Adapun, cuitan itu, terkait gempa yang mengguncang wilayah Maluku Tengah khususnya daerah Kecamatan Tehoru dan Teluti, Pulau Seram yang terjadi pada Rabu (16/6) kemarin.

Refly menulis guyonannya bahwa gempa dengan kekuatan 6,1 magnitudo itu dirasakan terlalu kecil. Dia bilang ingin guncangan gempa yang di atas 6 magnitudo.

“Coba goyang dobol lebe dari 6,1 lai” tulis Refly dengan dialeg Ambon.

Cuitan itu mendapat komentar negatif.
Refly lantas menghapus. Namun sayangnya, status itu telah tersebar melalui tangkapan layar.

Warga Maluku Tengah yang masih trauma akibat gempa dan air laut yang pasang, murka dengan candaan cuitan tersebut. Refly mendapat kecaman dari sejumlah pihak.

Refly bilang bahwa cuitan inisiatif dirinya sendiri dan hanya bentuk candaan.

“Memang itu beta punya tulisan, itu atas inisiatif sendiri dengan maksud hanya sebagai bentuk iseng saja,” kata kader KNPI ini.

Dia mengatakan bahwa pada saat terjadi gempa, warga tegang. Makanya dia jadikan lelucon agar suasana tidak menegangkan.

“Beta bikin tulisan itu pas saat beta ada bikin suasana cair (bikin tertawa) untuk beta punya saudara-saudara di kampung saat mereka samua ada tegang pasca guncangan itu,” ungkap dia.

“Seng ada tujuan lain disitu. Hanya saja viral disaat kondisi lagi menegangkan,” cetusnya. (akule).

Komentar