oleh

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Oknum Anggota DPR Bergulir di Mabes Polri

Jakarta – Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oknum anggota DPR RI, M Rifqinizami Karsayuda tampaknya memasuki babak baru.

Ini setelah Bareskrim Polri dalam melakukan proses penyelidikan yang didasari dengan rujukan Laporan Informasi Nomor: LI/07/VI/2021, tertanggal 14 Juni 2021 dan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/899/VI/2021/Dittipidum tertanggal 17 Juni 2021.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Banua (AMPB) Muhaimin Noor kepada wartawan membenarkan dirinya sudah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

“Kami dari AMPB sudah diundang dan memberikan keterangan di Mabes Polri untuk memenuhi undangan Bareskrim Polri dengan Nomor Surat B/2858/VI/2021/Dittipidum terkait laporan kami pada tanggal 28 Mei 2021 tentang perkara dugaan tindak pidana pemalsuan ijazah S-2 Master of Laws (LL.M) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP yang diduga dilakukan M Rifqinizami Karsayuda,” kata Muhaimin Noor, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/6).

Disebutkannya, dugaan pemalsuan ijazah tersebut dilakukan politisi PDI Perjuangan itu saat berstatus sebagai dosen di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Saat itu, lanjut dia, dengan berbekal ijazah yang diduga palsu master hukum (Master of Law/LLM) dari University Kebangsaan Malaysia, Rifqi berstatus dosen ULM kemudian melanjutkan pendidikan program doktoral di Universitas Brawijaya Malang hingga mendapat gelar Doktor dari universitas bergengsi di Malang tersebut.

Disebutkan Muhaimin, dugaan pemalsuan ijazah tersebut telah bergulir sejak tahun 2016 dan berujung sanksi terhadap Rifqinizami sebagai dosen. Meski begitu, proses hukumnya belum berjalan.

Muhaimin didampingi Sekretaris AMPB Indriyani Wahyudin dan salah seorang anggota AMPB Muhammad Noor.

Selain diduga memalsu ijazah, Rifqinizami juga diduga memalsukan dokumen lainnya. “Selain ijazah diduga palsu, Rifqinizami juga diduga memalsukan transkrip nilai dari UKM, Suat Pengembalian Tugas Belajar serta Surat Penyetaraan Kuliah di Luar Negeri dari Dikti,” ungkapnya.

Sedangkan anggota AMPB Muhammad Noor menambahkan, dengan ditindaklanjutinya laporan masyarakat oleh Mabes Polri ini, warga Kalimantan Selatan akan semakin percaya dengan Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

“Harapan kami kepada Kapolri bisa mengusut tuntas dugaan pemalsuan ijazah ini, karena dengan ijazah yang diduga palsu itu Rifqinizami telah mendapatkan beasiswa dari negara dan berbagai fasilitas negara lainnya. Itu jelas negara dirugikan,” imbuh Muhammad Noor.

Komentar