Senator Lampung Minta KLHK Bantu Masyarakat Adat Di Kecamatan Sumber Jaya

Jakarta – Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bustami Zainudin menyatakan ada beberapa kawasan desa di Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat, masuk ke dalam kawasan hutan lindung.

Pernyataan itu disampaikan Bustami dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, membahas Pelaksanaan Program Kemen LHK, Tahun 2021 dan Rencana Kerja Tahun 2022 di daerah, dipimpin Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai, di Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/6/2021).

“Ada beberapa kawasan desa di Kecamatan Sumber Jaya yang melewati Taman Nasional Bukit Barisan,” kata Bustami, kepada Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.

Selain itu lanjut Senator dari daerah pemilihan Provinsi Lampung itu, ada masyarakat adat di kawasan konservasi harimau Sumatera, yang membutuhkan bantuan pendidikan dan dermaga. “Harapan kita, pemerintah bisa memberikan bantuan,” pinta Bustami.

Dalam Raker yang sama, Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri meminta Kemen LHK mendengarkan suara-suara Senator karena suara itu aspirasi dari daerah-daerah.

Aspirasi itu menurut Hasan, karena terkait dengan masalah hutan lindung, hutan adat penambangan liar serta rehabilitasi hutan akibat kebakaran hutan dan banjir.

“Saya berharap, selain melibatkan Senator pada kegiatan-kegiatan Kemnterian LHK di daerah, banyak aspirasi-aspirasi masyarakat di daerah terkait permasalahan hutan yang disampaikan para Senator kepada KLHK, kami harap bisa ditampung dan ditindaklanjuti,” imbuh Hasan.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan sasaran utama Kemen LHK di tahun 2022 adalah menjaga kecenderungan positif pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), menumbuhkan ekspor dan meningkatkan produksi hasil hutan untuk mendukung surplus neraca perdagangan non-migas, meningkatkan kapasitas produksi kelompok hutan sebagai upaya membantu memeratakan ekonomi wilayah hingga mendorong ekonomi sirkular untuk pengelolaan sampah dan limbah.

“Pelaksanaan program kerja KLHK 2021, pada triwulan 1 ini tumbuh 2,95 persen, pada sektor kehutanan, pertanian, perikanan. Indeks kualitas lingkungan hidup dan tata kelola lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan bisa kami jaga,” ungkapnya.

“Tren kinerja ekspor hasil hutan mencapai US$ 11,08 miliar jauh melampaui revisi target 2020 di angka US$ 7 miliar. Kemudian deforestasi Indonesia triwulan 4 tahun 2020 cukup baik turun 0,12 Juta Ha,” kata Siti Nurbaya.

Komentar