oleh

Dukung PPKM Darurat Diperpanjang, Senator HB: Sejauh Kebutuhan Masyarakat Diperhatikan

Liputan.co.id, Jakarta – Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri (HB) menyatakan mendukung perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang, sebagaimana yang telah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo lewat saluran Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

Dukungan yang diberikan Senator Provinsi Kalimantan Utara itu dengan catatan, sepanjang pemerintah memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak atas kebijakan tersebut.

“Saya dukung putusan Pemerintah memperpanjang PPKM Darurat, asal tetap ada bantuan pangan, bantuan sosial, bantuan perekonomian dan dukungan lainnya. Tolong bantuan itu diperhatikan dan dipetakan dengan baik dan benar serta berkeadilan,” ujar Hasan Basri, Rabu (21/7/2021).

Ditegaskannya, jaring pengaman sosial, ekonomi, dan kesehatan perlu menjadi prioritas utama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Saluran bantuan, lanjutnya, harus tepat, cepat, dan berkeadilan. “Pemerintahan Desa dan Kelurahan diberdayakan secara maksimal, agar penyaluran semua bantuan untuk masyarakat di RT dan RW dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, Hasan juga mendorong agar diberikan penghargaan kepada pemerintahan desa, kelurahan, bahkan RT dan RW, yang mampu menjaga, membantu, dan menyalurkan bantuan sesuai aturan serta dapat memproteksi wilayahnya dari penyebaran COVID 19.

“Sebaliknya, juga harus tegas, untuk menindak aparat pemerintahan yang korupsi dan menghambat distribusi bantuan kepada masyarakat yang betul-betul memerlukan bantuan selama PPKM Darurat berlangsung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum PBSI Kalimantan Utara itu berharap agar pendekatan keamanan dilakukan secara humanis kepada masyakarat, aparat tak boleh arogan, sebab ini adalah warga yang harus dilindungi.

“Kita sekarang ini berada dalam keadaan dan kejadian yang luar biasa. Karenanya sikap tindak kita untuk menyelamatkan kesehatan, sosial, ekonomi dan keamanan masyarakat pun harus dengan perencanaan dan pelaksanaan yang luar biasa,” katanya.

Menghadapi situasi pandemi yang cukup panjang ini ujar HB, kerelaan semua pihak untuk bergotong-royong sangat menentukan tingkat keberhasilan negeri ini melawan COVID 19.

Begitu pun dengan tenaga kesehatan. Menurut HB, mereka itu agar dijaga dengan baik. Pastikan agar intensif tenaga kesehatan dapat tersalurkan dengan baik. Saat pandemi sekarang ini, tenaga kesehatan adalah sebagai “patriot bangsa” yang juga butuh dukungan dari semua kalangan.

“Khusus untuk masyarakat dimana pun berada, saya ajak untuk taat menjalankan protokol kesehatan. Terlebih bila akhirnya pemerintah membuka kembali ruang untuk menjalankan kegiatan ekonomi. Kita dalam situasi yang luar biasa, jangan lalai, sehingga berakibat mengorbankan diri dan keluarga. Tetap waspada dan saling peduli untuk menjaga lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Dalam menghadapi pandemi COVID 19 ini, masyarakat diharapkannya tetap realistis dan jujur dengan kondisi yang ada. Tidak boleh terlalu optimis sampai lalai dengan protokol kesehatan, juga tidak boleh pesimis yang malah berdampak pada kesehatan mental serta imunitas tubuh.

HB berharap vaksinasi sesuai target pemerintah segera dipenuhi, dengan memperbanyak outlet vaksinasi, distribusi vaksin ke daerah-daerah juga harus berjalan dengan baik, jangan sampai daerah siap tapi vaksinnya tidak ada, “PPKM Darurat ini cukup sampai 1 kali diperpanjang, atau maksimum 25 Juli 2021, agar semuanya segera normal kembali,” pungkasnya.[liputan.co.id]

Komentar