Liputan.co.id, Jakarta – Anggota Komite I DPD RI Filep Wamafma mendesak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin segera merespons kelangkaan stok tabung oksigen yang kini terjadi di Papua dan Papua Barat.
Senator dari Papua Barat itu mengatakan, dibutuhkan kebijakan yang cepat dan tepat untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen yang terus meningkat di Tanah Papua beberapa pekan terakhir.
“Kami harap segera ada kebijakan yang tepat dari Menkes dalam menanggapi kasus kelangkaan tabung oksigen yang terjadi di Papua dan Papua Barat,” kata Filep, kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).
Ditegaskannya, ketersediaan tabung oksigen merupakan hal esensial dan kebutuhan mendesak di tengah lonjakan kasus COVID 19 di Papua. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi segera mengingat kapasitas daerah yang terbatas dalam memproduksi tabung oksigen di tengah situasi kritis COVID 19.
“Ini merupakan kebutuhan mendesak dan terkait keselamatan jiwa rakyat Papua. Kita tahu saat ini penambahan kasus positif di kedua provinsi ini terus melonjak setiap harinya, banyak rumah sakit membutuhkan tabung oksigen segera, sedangkan pihak produsen sudah kewalahan menangani permintaan meskipun telah menambah peralatan produksi tabung oksigen,” ungkapnya.
Diketahui sejumlah rumah sakit di Papua dan Papua Barat kini mengalami kekurangan oksigen untuk kebutuhan pasien COVID 19. Kebutuhan oksigen yang terus meningkat dikarenakan jumlah pasien positif COVID 19 yang juga terus mengalami peningkatan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame, kelangkaan terjadi bukan karena turunnya produksi oksigen melainkan dikarenakan terus meningkatnya kebutuhan oksigen bagi pasien COVID 19.
“Rumah sakit ini kekosongan atau kekurangan oksigen. Kami sudah lakukan koordinasi dengan Bapak Gubernur melalui Bapak Sekda Papua. Kemudian, kami juga telah koordinasi di kabupaten atau rumah sakit yang stok oksigennya banyak, penderitanya tidak ada. Bagaimana relokasi, pergeseran oksigen ke daerah yang membutuhkan,” ujarnya, Senin (19/7).
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID 19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap juga menyampaikan kondisi serupa. Menurut Arnold sejumlah rumah sakit di Papua Barat sebelumnya telah terbantu memenuhi kebutuhan oksigen dari produksi oksigen RSUD Manokwari. Akan tetapi, akibat lonjakan kasus COVID 19 yang terjadi, kini RSUD Manokwari menggunakan tabung oksigen tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasiennya dengan mayoritas mengalami gejala berat COVID 19.
“Kalau Kebutuhan kami (RS Papua Barat) saat ini 80 sampai 85 tabung oksigen ukuran 2000 liter per hari. Belum lagi rumah sakit lain. Data yang kami terima, hampir 80 persen rumah sakit di Manokwari terisi pasien COVID 19,” ujarnya.[liputan.co.id]







Komentar