oleh

Lima Daerah Di Lampung Tercemar Limbah Aspal, Sudin: Siapa Pun Pelakunya, Harus Ditindak Tegas!

Liputan.co.id, Jakarta – Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta penegak hukum menindak tegas pelaku pembuang limbah di sepanjang perairan Lampung. Menurut informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, kata Sudin, ada lima daerah tercemar limbah aspal, yakni Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Pesisir Barat.

“Kemarin juga kita koordinasi dengan Dirjen Gakkum (penegakan hukum,red) dari Kementerian LHK. Siapa pun pelakunya, harus ditindak tegas, baik rakyat, penguasa, maupun pengusaha sekalipun,” tegas Sudin, saat memimpin Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, secara hybrid, dari Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Politikus PDI-Perjuangan ini meminta laporan dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP (PSDKP KKP) untuk mencegah pembuangan limbah tidak terulang kembali. “Kemarin saya dengan kapal patroli melakukan pengecekan ke lapangan, tapi nampaknya limbah atau buangan itu sudah ke tepi semua. Hal ini tidak bisa kita biarkan,” ujar Sudin.

Menyikapinya, Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono menjelaskan, pihaknya telah menurunkan Tim Ditjen PSDKP KKP dengan menggunakan kapal untuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab. Berdasarkan laporan, terdapat dua kapal yang melintasi perairan Lampung saat kejadian pembuangan limbah tersebut terjadi, yaitu Kapal Mega Nol Dua dan Anugerah 88.

“Dan kedua kapal tersebut mematikan Automatic Identification System-nya atau AIS. Karena itu, sejak saya jadi Menteri KP, saya telah mempelajari masalah ini agar KKP bisa memonitor hal tersebut meskipun AIS kapalnya dimatikan,” ujar Wahyu.

Atas dasar pencemaran limbah aspal ini, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mencatat, panjang cagar alam laut yang tercemar limbah ini mencapai 25 kilometer dan telah meracuni biota laut seperti ikan dan penyu.[liputan.co.id]

Komentar