oleh

PKS Minta Pemerintah Evaluasi Komersialisasi Kebun Raya

Liputan.co.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta Pemerintah untuk mengevaluasi kerja sama pengelolaan empat kebun raya dengan pihak swasta.

Menurut politikus Partai Keadian Sejahtera (PKS) itu, kerja sama tersebut berpotensi menyimpang dari tujuan utama pendirian kebun raya yaitu pusat konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan, wisata ilmiah dan jasa lingkungan.

“Tiga fungsi pertama merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dan menjadi acuan bersama seluruh kebun raya di dunia,” kata Mulyanto, dalam rilisnya, Sabtu (25/9/2021).

Karena itu lanjutnya, berbagai kegiatan dan program pengembangan kebun raya Indonesia harus selalu berpegang pada kelima tugas dan fungsi kebun raya yang sekaligus sebagai marwah (harga diri) kebun raya.

“Pemerintah harus berpikir masak untuk mengkomersialisasikan kebun raya nasional kita. Jangan sampai gagasan untuk mendapatkan untung melalui eksploitasi aspek wisata kebun raya malah menuai buntung,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah harus konsisten menjaga tugas dan fungsi kebun raya untuk konservasi, penelitian dan pendidikan. “Ini tugas yang berat dan penting karena kita adalah negara yang terletak di garis Khatulistiwa dengan keragaman hayati yang sangat kaya. Sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi kita, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menjaga Kekayaan SDA yang dikuasai oleh negara,” ungkapnya.

Mulyanto menambahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) harus mempertimbangkan masukan dari para ahli, terkait dampak dari komersialisasi kebun raya ini.

“Pemerintah jangan kehabisan ide dalam pengembangan aspek konservasi, riset dan pendidikan kebun raya apalagi dengan mengorbankan visi jangka panjangnya untuk keuntungan jangka pendek yang tidak seberapa,” kata mantan peneliti ini.

Sebelumnya diketahui BRIN, melakukan kerja sama pengelolaan empat kebun raya kepada pihak swasta. Dengan kerja sama ini pengelolaan Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya Bali akan diserahkan ke PT. Mitra Natuna Raya (MNR).

Nantinya pihak MNR akan memaksimalkan fungsi wisata dan pendidikan kebun raya dengan berbagai atraksi hiburan. MNR akan menyiapkan tur kebun raya malam hari, sebagaimana di Singapura dengan memanfaatkan lumina tenaga laser.

Mulyanto minta BRIN berhati-hati melakukan kerja sama pengelolaan ini. Jangan sampai aset bangsa yang sudah berusia 2 abad ini rusak hanya karena kepentingan komersil sesaat.” pungkas Mulyanto.[liputan.co.id]

Komentar