Sambut HUT ke-17, Sekretariat Jenderal DPD RI Gelar Donor Darah

Liputan.co.id, Jakarta – Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-17 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPD RI menyelenggarakan donor darah.

Kegiatan ini diikuti oleh Anggota DPD RI, beserta Sekretaris Jenderal DPD RI Rahman Hadi, Deputi Bidang Administrasi Lalu Niqman Zahir, Deputi Bidang Persidangan Sefti Ramsiaty, serta para pejabat eselon II, III, IV dan ASN juga PPNPN Sekretariat Jenderal DPD RI.

Dalam sambutannya, Sekjen DPD RI Rahman Hadi mengatakan, donor danar ini merupakan rangkaian HUT DPD RI ke-17. “Saya merupakan pendonor aktif. Maka mari kita semua di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI melakukan donor darah. Seluruh elemen masyarakat juga harus turut andil dalam melakukan donor darah,” kata Rahman, di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Rahman menjelaskan, donor darah ini merupakan aksi kemanusiaan karena tidak bisa digantikan apa pun. “Apa yang kita donor bukan hanya untuk membantu masyarakat DKI Jakarta di hari ini saja, tetapi juga untuk stok di PMI. Aksi kemanusiaan ini kita dukung secara penuh bukan hanya saat HUT DPD RI ke-17 saja,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan donor darah akan dilakukan secara rutin bersama Palang Merah Indonesia atau PMI. Namun tentunya di tengah kondisi dan situasi normal kembali.

“Ke depan setelah situasi normal kita akan mendedikasikan donor darah kita untuk warga DKI Jakarta. Kita juga ingin melakukan kegiatan ini secara rutin bila kondisi sudah normal kembali. Semoga apa yang dilakukan ini bisa membantu masyarakat Jakarta dan menjadi amal serta ibadah dalam membantu sesama,” kata Rahman.

Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PMI Arya Sandiyudha mengapresiasi atas berlangsungnya acara donor darah ini. Menurutnya kegiatan ini sangat dinanti warga DKI Jakarta. “Pada masa pandemi ini sangat berdampak pada kesehatan masyarakat yang membutuhkan bantuan donor darah,” tuturnya.

Arya mengungkapkan data pada bulan Maret 2020 ketersedian stok darah di PMI sangat minim. Seharusnya sehari bisa mencapai 1000 kantong darah, namun hanya 100 kantong darah per hari.
“Ketakutan untuk berdonor sangat terasa di masyarakat saat awal pandemi. Setelah Maret 2020 kini telah meningkat bertahap, kemudian menjadi 300 kantong dan seterusnya. Tapi peningkatan ini belum signifikan,” pungkasnya.[liputan.co.id]

Komentar