BULA– Langkah Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Adabai Kecamatan Siwalalat, Seram Bagian Timur (SBT), Kopda Samsul Bahri Salampessy, patut diacungi jempol. Inisiasi pria asal Pelau Maluku Tengah ini, hingga bisa membantu warga Dusun Von untuk mendapatkan air bersih.
Dusun Von adalah anak Dusun Desa Adabai. Kopda Samsul bersama warga bahu membahu mengaliri air dari pegunungan yang berjarak 1500 meter dari rumah penduduk. Kepada Liputan.co.id, Samsul menceritakan bahwa pengerjaan aliran air bersih itu dikerjakan dengan peralatan dan bahan-bahan seadanya.
“Air bersih Itu dialiri dengan menggunakan bambu dari mata air sampai di tengah gunung Von. Itu (jarak) sekitar 1500 meter. Semuanya masi menggunakan alat tradisional dan tanpa bantuan dari (Pemerintah) Desa Adabai,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan.co.id, Rabu (22/9/2021) malam.

Menurut Kopda Samsul, Dusun Von masuk dalam rancangan anggaran biaya (RAB) dana desa (ADD) tahun 2020. Yang mana tertulis pembangunan 16 buah rumah dan 1 buah jembatan. Namun kenyataannya, menurut Kopda Samsul, semua pembangun tidak dilaksanakan.
“Kenyataan semua pembangun tidak dilaksanakan. Tapi dari pihak desa lapor ke inspektorat Kabupaten SBT bahwa pembangun sudah 100%. Makanya bendahara bisa mencairkan DD 2021 sekarang ni,” ujar Samsul.
Dia mengatakan bahwa masyarakat menyarankan agar pihak Inspektorat SBT bisa turun audit dugaan penyelewengan dana desa di Desa Adabai.
“Kalau saran masyarakat itu kalau bisa dari inspektorat turun audit data dan melihat secara langsung di lapangan. Dan saya siap dampingi mereka untuk cek semuanya,” tegas Samsul.
Samsul mengatakan, masyarakat saat ini cukup senang dengan adanya aliran air bersih atas swadaya mereka. Ketimbang harus menunggu anggaran Dana Desa yang tidak jelas penggunaannya.
“Masyarakat gunung Von mereka senang dan bahagia dan berterimakasih buat saya selaku Babinsa,” tuturnya. (**).







Komentar