Liputan.co.id, Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari keluarga besar keturunan etnis Minangkabau, di Sumatera Barat (Sumbar).
Kebanggaan tersebut disampaikan Sultan saat menerima kunjungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di kediaman dinasnya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/10/2021).
“Di banyak kesempatan, saya selalu menyampaikan peran dan kontribusi Sumatera khususnya masyarakat Minangkabau di masa lalu. Saya berani mengklaim bahwa, Sumatera mempunyai andil yang besar dalam mendirikan NKRI. Saya bangga dengan itu,” kata Sultan, didampingi anggota DPD RI asal Sumbar Hj. Emma Yohanna.
Oleh karena itu, kata Sultan, pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera harus menjadi pionir dan solusi bagi setiap problem pembangunan di negeri ini. “Inilah gagasan besar yang mempertemukan saya dan senior saya, Buya Ansharullah. Sebuah kebahagiaan yang luar biasa bagi saya dikunjungi oleh Gubernur Sumbar,” ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menjelaskan, bersama dengan beberapa kolega Senator asal Sumatera sedang mempersiapkan Deklarasi Kaukus Sumatera, di Kota Bukit Tinggi. “Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami sekaligus minta izin kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Menurut Sultan Bachtiar Najamudin yang bergelar Tuanku Tumanggung Maha Raja Sakti, dari kerajaan Pagaruyung Minangkabau ini, Bukittinggi memiliki sejarah dan aura perjuangan yang penting bagi perjuangan DPD RI. Alasannya, saat ini DPD RI secara kelembagaan masih berjuang untuk mendapatkan kewenangan yang ideal dan hak yang sama dengan lembaga perwakilan lainnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar, Datok Maha Rajo Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sultan Bachtiar Najamudin dan menyambut baik rencana Deklarasi Kaukus Sumatera di Sumbar.
“Kita membutuhkan instrumen perjuangan yang mensinergikan daerah-daerah di Pulau Sumatera. Kaukus Sumatera yang diinisiasi oleh Pak Sultan dan kolega harus kita apresiasi dan kita dukung bersama. Saya kira Sangat tepat bahwa DPD RI yang menginisiasi Kaukus Sumatera,” ujar Mahyeldi.
Menurut Gubernur Sumbar, para kepala daerah se Sumatera harus bersinergi mendesain master plan pembangunan Sumatera, khususnya pada sektor Ketahanan pangan dan energi.
Selain itu, Mahyeldi juga menerangkan perkembangan geopolitik regional Asia Tenggara dan pengembangan pantai barat Sumatera dan rencana Pelabuhan Samudera di ujung Sumatera. Posisi strategis Sumatera dan Selat Malaka serta pantai barat Sumatera atau Samudera Hindia akan menjadi pusat bagi konektivitas dagang Asia Pasifik hingga Australia.
“Harus ada rencana strategis atau pembangunan pulau Sumatera yang terkoneksi serta terintegrasi. Sumbar membutuhkan dukungan DPD RI untuk melaksanakan agenda pembangunan. Dan kami menunggu kehadiran Wakil Ketua DPD RI di Sumbar,” imbuhnya.[liputan.co.id]







Komentar