oleh

Adu Mulut Ibunda Arteria, Pengamat: Tak Elok Masalah Pribadi Dibawa Ke Institusi

Liputan.co.id, Jakarta – Peristiwa adu mulut antara Ibunda Arteria Dahlan (anggota Komisi III DPR) dengan seorang wanita yang diduga anak Jenderal TNI, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Provinsi Banten, berbuntut panjang.

Faktanya, DPR berencana mengagendakan rapat gabungan Komisi I dengan Komisi III DPR RI untuk membahas kinerja TNI-Polri.

Menurut pengamat politik DR. Ujang Komarudin, rapat gabungan komisi-komisi di DPR memang sudah diatur dalam regulasi di DPR. Masalahnya menurut Ujang, tidak patutlah rapat gabungan itu terjadi karena peristiwa adu mulut antara Ibunda Arteria Dahlan dengan seorang wanita itu.

“Kalau itu benar ya, sangat tidak elok masalah pribadi dibawa ke ranah institusi. Seolah-seolah anggota DPR tersebut merupakan warga negara special,” kata Ujang Komarudin, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mengkritik kinerja DPR. Lembaga parlemen ini merupakan milik semua rakyat.
“Bukan milik orang perorangan yang sedang bermasalah itu. Lebih bijaklah dalam menyikapi sesuatu. Karena rakyat sedang menilai kerja para anggota DPR,” tegasnya.

Dosen FISIP Universitas Al Azhar ini menduga oknum anggota DPR ini menggunakan kesempatan aji mumpung. “Jadi mumpung punya jabatan dan kekuasaan,” ujarnya.

Jadi, kata Ujang, oknum anggota DPR ini merasa mentang-mentang dan arogan. “Mumpung punya kuasa, jadi bisa suka-suka. Dan kesombongan menerpa pada mereka yang punya kuasa,” katanya.

Lebih jauh Ujang mengungkapkan bahwa itulah kenyataan yang terjadi. “Wakil rakyat yang mestinya menjadi representasi rakyat, malah menggunakan kewenangannya melalui rapat-rapat untuk hal-hal yang tidak substansif,” pungkasnya.[liputan.co.id]

Komentar