JAKARTA – Pengelolaan sampah yang baik salah satu kunci untuk mengurangi dampak banjir di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Pengelolaan dengan mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang sampah akan mengurangi penumpukan sampah di saluran air (drainase) dan daerah aliran sungai sehingga saat terjadi hujan deras tidak terjadi banjir besar atau banjir bisa cepat surut.
Pengelolaan sampah saat ini ugen mengingat pada pekan ke-3 dan ke-4 November hingga Desember, menurut data BMKG diperkirakan akan terjadi hujan deras. Oleh karena itu, semua pihak termasuk seluruh warga DKI harus turut berpatisipasi mengelola sampah karena pengelolaan sampah tidak mungkin berhasil jika hanya dibebankan pada isntansi pemerintan dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Untuk menumbuhkan kesadaran warga agar ikut mendukung dan telibat langsung dalam pengelolaan sampah perlu dilakukan sosialisasi dan gerakan pengelolaan sampah di tingkat Rukun Warga (RW).
Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah bekerja sama melakukan pelatihan public speaking untuk membekali Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pendamping Rukun Warga (RW) untuk melakukan sosialisasi pengelolaan sampah.
“Kerja sama pelatihan pulic speaking ini salah satu dari berbagai kegiatan penanganan masalah sampah di Jakarta. Kami sudah mengidentifikasi masalah-masalah pengelolaan sampah dan bagaimana mengatasinya akan masuk dalam kegiatan pengabdian masyarakat terprogram,” kata Ketua Progam Studi Ilmu Komunikasi Universitas BSI Anisti di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
DLH Provinsi DKI Jakarta dan Universitas BSI telah melaksanakan Pelatihan public speaking selama dua hari pada Sabtu hingga Minggu 13 – 14 November 2021 secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting. Jumlah peserta yang hadir pada sesi pertama pada Minggu (14/11/2021) kurang lebih 144 orang. Untuk pendalaman materi dilakukan diskusi kelompok kecil yang per kecamatan. Hadir dari pihak DLH DKI Jakarta yakni Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat DLH DKI Jakarta Agung Puji Winarko.
Pada diskusi kelompok zoom meeting Kecamatan Kembangan, dua narasumber yang tampil adalah Kennorton Hutasoit dengan tema Public Spekaning Model OMA dan Denny S. Batu Bara dengan tema Percaya Diri.
“Model public speaking OMA (Open Minded, Memorize, Action) dapat membantu Dinas Lingkungan Hidup dan pendamping RW dalam mensosialisasikan penanganan masalah sampah di DKI,” ujar Kennorton Hutasoit selaku pengajar Ilmu Komunikasi yang juga praktisi media. Hadir juga dua dosen Universitas BSI lainnya dalam diskusi kelompok ini yakni Rizky Marvi dan Priatna Sinyo.
Dalam kesempatan itu, Denny Batu Bara mengatakan petugas DLH dan pendamping RW harus memiliki kepercayaan diri akan berhasil mendorong warga untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah. Ia mencontohkan sosok Pelajar SMP di Gresik yang dijuluki sebagai “polisi sampah” Aeshnina Azzahra Aqilani berhasil menginspirasi warga untuk terlibat dalam menangani masasalah sampah di Gresik, Jawa Timur.
“Dia aja bisa, kita juga seharusnya bisa seperti Aeshnina berhasil menangani sampah,” kata Produser Eksekutif BSTV itu.
Kegiatan public speaking ini merupakan salah satu kegiatan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Masyarakat (PM). Kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan program pemrov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah Rumah Tangga ditingkat RW, melalui Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup wilayah, dan PJLP. (***)







Komentar