DPD RI: Pembangunan IKN Baru Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Liputan.co.id, Balikpapan – Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, harus memperhatikan kearifan lokal dan mengakomodasi aspirasi masyarakat setempat.

Demikian dikatakan Nono di sela-sela kunjungan kerja bersama Komite I DPD RI, ke Kalimantan Timur, Senin (29/11/2021). “Masyarakat Kalimantan Timur harus ikut andil dan menjadi tenaga-tenaga profesional,” kata Nono, didampingi 25 anggota DPD RI, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, Dirjen Tata Ruang-Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta Perwakilan BPK.

Menurut Senator dari Provinsi Maluku itu, perlu strategi besar dalam pembangunan masyarakat di Kaltim. Nono mengakui, saat ini sumber daya untuk pembangunan masyarakat masih terbatas. Sehingga harus ada prioritas, inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan sumber daya masyarakat lokal. Oleh karena itu, Nono meminta pemerintah mengakomodasi masyarakat lokal Kaltim agar tidak terpinggirkan.

“Harus ada komunikasi lebih lanjut, antara pemerintah melalui kementerian terkait sehingga saat fasilitas IKN dibangun, kualitas SDM juga harus ditingkatkan,” katanya.

Untuk itu, Nono Sampono mengajak masyarakat Kaltim untuk bersama-sama mempersiapkan diri menyambut rencana pemindahan ibu kota tersebut.

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud manyatakan masih ada kendala infrastruktur dalam rencana pembangunan IKN baru. Kendati demikian, lanjut dia, masyarakat setempat sangat berharap rencana pembangunan tersebut segera terwujud.

“Kami yakin IKN tidak hanya membantu perkembangan Kalimantan Timur, tapi Kalimantan secara keseluruhan,” imbuhnya.[liputan.co.id]

Komentar