JAKARTA – Salah satu gagasan Anies Baswedan saat menjabat Rektor Universitas Paramadina adalah ‘Indonesia Mengajar’ dinilai sangat luar biasa, karena memiliki visi memberdayakan kelompok bawah atau kaum marjinal.
Hal ini diakui oleh Pakar Komunikasi dari Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Kennorton Hutasoit. Menurut kandidat doktor itu, gagasan Indonesia Mengajar yang diluncurkan oleh Anies sangat tepat dalam memajukan pendidikan di Indonesia, terkhusus di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota.
“Anies merupakan rektor ke-2 Universitas Paramadina Jakarta. Kampus yang dipimpinnya punya visi memberdayakan kelompok marjinal agar kuat dan mandiri dan misi membangun masyarakat yang relijius, nasionalis, modern, moderat dan menjunjung tinggi integritas,” kata Kennorton saat dihubungi, Kamis 18 November 2021.
Menurut Kennorton, gagasan Indonesia Mengajar ini yang kemudian melambungkan namanya dikanca nasional. Menariknya, lanjut Kennorton, penyebaran tenaga pengajar yang dilakukannya juga tidak berpatokan pada agama atau etnis tertentu, tetapi merata di daerah-daerah yang membutuhkan tenaga pengajar.
“Anies juga mulai dikenal luas ketika membuat program Indonesia Mengajar yang mengirimkan guru ke pelosok tanpa membedakan daerah berdasarkan agama atau etnik,” ucapnya.
“Ini menunjukkan Gubernur Anies sama dengan orang-orang modern religius moderat,” sambungnya.
Meski begitu, alumni magister Universitas Mercu Buana Jakarta itu mengklaim Gubernur DKI Jakarta ini sempat terpolarisasi politik di Jakarta pada 2016 lalu, namun dia (Anies) kembali menunjukan dirinya sebagai orang yang moderat.
“Persoalan kontestasi politik Anies pada Pilkada DKI yang lalu yang sempat terjadi polarisasi politik, memang disayangkan, tapi saat ini Anies kembali menunjukkan sebagai orang yang moderat,” pungkas pengajar Ilmu Komunikasi di Universitas BSI itu.
Diketahui, Program Indonesia Mengajar yang digagas oleh Anies menjadikan dirinya dinilai tepat memimpin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2014 hingga 2016. (***)







Komentar