JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai kebijakan Pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 30 triliun pertahun untuk subsidi pupuk tidak tepat.
Pasalnya, alokasi dana sebesar itu tidak akan berjalan seperti diharapkan, setelah kondisi alam saat ini sangat tidak bersahabat dan sangat mengancam petani.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pastikan dana tersebut tidak efektif. Olehnya itu, Daniel Johan menyarankan agar Pemerintah baiknya memikirkan anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun pabrik pupuk di setiap provinsi di Indonesia.
“Bayangin jika Rp 30 triliun itu bisa bikin berapa pabrik pupuk di Indonesia setiap tahunnya,” kata Daniel Johan di Kompleks DPR RI, Selasa (30/11).
Menurut anakbuah Gus Muhaimin ini, dana sebesar Rp 30 triliun itu baiknya digunakan untuk membangun pabrik pupuk diseluruh wilayah di Indonesia, agar kemandirian para petani bisa tercipta.
“Tapi pabrik ini, harus bagian untuh untuk mengelola sampah yang di provinsi tersebut, sehingga ia bisa menghasilkan pupuk,” jelasnya.
Lewat pembangunan pupuk di daerah-daerah, Daniel Johan memastikan ada dua keunggulan yang didapatkan oleh petani, yakni membuat pupuk secara mandiri dan juga menyelesaikan masalah sampah.
“Selain kebersihkan, lingkungan dan pupuk,” ungkapnya.
Meski begitu, Daniel Johan menyarankan agar pembangunan pabrik pupuk di daerah-daerah dengan dana tersebut untuk jangka panjang, karena jika jangka pendek akan menjadi masalah.
“Program ini mungkin akan bisa dilaksanakan dalam jangka panjang,” tutupnya. (***)







Komentar