Punya Modal Kerja di Jakarta, Pengamat Akui Peluang Anies Capres Terbuka

JAKARTA – Kemunculan nama Anies Baswedan di bursa Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 makin menguat. Itu terlihat dengan banyaknya masyarakat yang membentuk relawan untuk mendukungnya maju sebagai Capres.

Menguatnya nama Gubernur DKI Jakarta ini dinilai selaras dengan kerjanya dalam membangun dan merubah wajah Jakarta yang modern. Kinerja Anies dalam memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diakui sangat bagus, hingga peluang dirinya maju bertarung di Pilpres 2024 terbuka lebar.

“Secara umum saya melihat peluang pak Anies pada Pilpres 2024 ini cukup bagus, apalagi beliau saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sehingga beliau punya modal untuk lebih merangkul masyarakat,” kata Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani kepada KBA News, Senin 29 November 2021.

Selain kerja nyata dalam memajukan Kota Jakarta, Anies juga dikenal sebagai sosok yang cerdas dan santun. Hal ini menurut Dian sangat tepat menaikan popularitas dan elektabilitasnya.

“Sosok Pak Anies yang bijak dan cerdas dalam memimpin, tentu akan menaikan elektabilitasnya. Kita lihat Jakarta saja bisa tertata lebih rapi dan kemacetannya berkurang. Ini capaian yg bagus,” akuinya.

Magister Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana ini menjelaskan, peluang Anies menjadi Capres 2024 sangat terbuka lebar, namun ada tantangan tersendiri yang harus diwaspadai oleh Anies setelah masa kerjanya di DKI Jakarta berakhir.

Pasalnya, waktu Anies menganggur usai menjabat Gubernur DKI Jakarta sangat rentang terhadap elektabilitasnya. Olehnya itu, pengabdiannya di Jakarta yang tinggal satu tahun ini harus dimanfaatkan dengan baik sekali dalam melayani masyarakat agar elektabilitasnya tetap naik dan menjadi modal untuk dilamar Partai Politik (Parpol).

“Tentu segala kemungkinan bisa saja terjadi.  Peluang Anies Baswedan pada Pilpres 2024 terbuka lebar. Namun Anies perlu mewaspadai waktu ‘menganggur’ sebelum Pilpres 2024, mengingat jabatan Gubernur akan selesai di tahun 2022,” jelasnya.

“Kalau ini tidak bisa dimanfaatkan Anies untuk menarik dukungan partai politik, elektabilitas Anies akan turun. Posisi Anies yang bukan elite atau kader Parpol, tentu membuat dia harus pintar cari ‘perahu’ menjadi calon presiden,” sambungnya.

Selain itu, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini bukanlah satu-satunya figur yang dijagokan menjadi Capres, tetapi masih ada beberapa nama yang dinilai sangat kuat untuk melanjutkan kerja Presiden Joko Widodo di 2024.

“Beberapa nama potensial selain pak Anies juga sudah mulai menguat ya ke publik, seperti nama Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo hingga Puan Maharani yang masih begitu kuat untuk dicalonkan menjadi Capres 2024,” pungkasnya. (RBA)

Komentar