Liputan.co.id, Jakarta – Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan dapat memahami keputusan pemerintah untuk menunda memberangkatkan jamaah umroh ke Tanah Suci Mekkah.
Pasalnya, penyebaran varian Omicron semakin mengkhawatirkan. Banyak negara yang juga melakukan langkah-langkah antisipatif seperti yang dilakukan Indonesia untuk perlindungan bagi para jamaah.
“Lagi pula, dari sisi syari’at disebutkan bahwa yang diperkenankan untuk ibadah haji dan umroh adalah yang mampu (istitho’ah). Mampu di sini tidak hanya memiliki biaya perjalanan dan biaya untuk keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga aman di dalam perjalanan. Nah, dengan meluasnya penyebaran varian Omicron ini, perjalanan dinilai tidak aman,” kata Saleh, dalam rilisnya, Sabtu (25/12/2021).
Karena itu lanjut anggota Komisi IX DPR RI itu, calon jamaah yang hendak berangkat diharapkan dapat bersabar. Tidak boleh terburu-buru jika membahayakan keselamatan. Semua pihak diharapkan berdoa agar virus Covid-19 benar-benar dapat hilang di semua tempat.
Pada saat yang sama, dia juga meminta asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memberikan informasi dan edukasi yang baik kepada seluruh calon jamaah. Termasuk menjelaskan rencana pemberangkatan berikutnya, keamanan uang jamaah yang telah disetor, dan pertanggungjawaban untuk mengembalikan dana jamaah jika diminta. Ini tentu tidak mudah. Tetapi semua pihak diharapkan dapat memahami situasi yang ada.
“Jamaah itu perlu kepastian. Kepastian untuk berangkat dan beribadah. Karena itu, perlu disampaikan perkiraan jadwal pemberangkatan berikutnya,” pinta mantan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah.
“Jamaah juga biasanya ingin memastikan kalau dananya aman. Bahkan, ada yang meminta untuk dikembalikan. PPIU diharapkan dapat memenuhi semua tuntutan dan harapan para jamaah. Dan pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada kendala dalam urusan yang berkenaan dengan hal-hal seperti ini,” imbuhnya.[liputan.co.id]







Komentar