JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai simpatik setelah dikritik oleh Ketua Umum PSI Giring Ganesha. Pasalnya, kritik Giring ini sudah diluar akal sehat atau abnormal.
“Ada kesan, kritik yang ditujukan kepada Anies bukan lagi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kritik yang mengemuka sudah mengarah pada upaya menguliti Anies secara personal,” kata Penganat Politik Universitas Esa Unggul Jamaluddin Ritonga lewat pesan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 25 Desember 2021.
Kritik Giring Ganesha dan para kader PSI ini dilakukan sejak Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, karena calon dukungan mereka kalah dalam pertarungan. Tampaknya, PSI hingga sekarang belum dapat menerima kekalahan tersebut.
Kekalahan ini di Pilkada DKI Jakarta ini tampaknya membuat PSI selalu mencari celah, untuk mencari kesalahan Anies. Apa saja yang dilakukan Anies dalam membangun Jakarta tak ada benarnya di mata PSI.
“Bahkan senyum Anies yang tulus saja bisa-bisa dinilai ngeledek. Pokoknya, Anies harus dinilai tidak benar, meskipun kerjanya mendapat banyak penghargaan dari lembaga kompeten,” ucapnya.
Dijelaskan dosen Komunikasi Politik itu, motivasi kritik PSI terhadap Anies sudah diketahui sebagian besar masyarakat. Karena itu, upaya PSI untuk menyudutkan Anies tampaknya tidak akan berpengaruh terhadap penurunan elektabilitasnya.
“Kritik yang terkesan membabi buta dari PSI, bahkan berpeluang besar meningkatkan elektabilitas Anies. Anies bisa saja dinilai masyarakat sebagai sosok yang dizholimi, sehingga semakin bersimpati terhadap Gubernur DKI tersebut,” jelasnya.
Buat Ritonga, Giring atau kader PSI lainnya bukanlah orang yang kredibel hingga kritik mereka akan berpengaruh pada elektabilitas Anies. Untuk itu, kritik mereka tidak akan dianggap oleh masyarakat, terkecuali para kadernya dan pendukung militan Ahok.
“Lagi pula, orang-orang di PSI, termasuk Giring, bukan sosok yang kredibel di mata masyarakat. Karena itu, ungkapan mereka tidak akan dianggap mayoritas masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
“Kalaupun ada dukungan terhadap kritik PSI, tampaknya itu datang dari kader dan simpatisannya serta pendukung Anok. Mereka ini jumlahnya tidak banyak, sehingga dampaknya terhadap Anies tampaknya akan sangat minim,” sambungnya.
Buat Ritonga, sikap Anies yang diam terhadap semua kritik PSI sudah tepat. Meladeni orang yang tidak kredibel, justeru akan membuat kredibilitas Anies ikut turun.
“Jadi, kritik PSI yang tidak abnirmal itu sebaiknya dianggap angin lalu saja. Biarkan mereka terus mengeritik hingga hilang kendali, sehingga mereka akan menerima efek bumerangnya,” pungkasnya. (***)







Komentar