Anies dan NU Punya Hubungan Baik, Sempat Dipanggil Presiden oleh Kyai NU

JAKARTA – Salah satu lembaga survei baru-baru ini merilis hasil risetnya terkait peluang tokoh-tokoh yang akan didukung oleh warga Nahdatul Ulama (NU) sebagai calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024 mendatang.

Dalam survei itu, periset atau lembaga survei tersebut tidak memasukan nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sampel pertanyaan, hingga Anies tidak masuk dalam daftar Capres yang didukung warga NU.

Pengamat politik Jamaluddin Ritongan mengatakan, sejauh ini hubungan Anies Baswedan dengan para Kyai NU baik-baik saja dan tidak ada ketersinggungan antar mereka. Bahkan, Anies memiliki hubungan baik dengan NU DKI Jakarta dan NU Jawa Timur. 

Anies juga diketahui beberapa waktu lalu bersilaturahmi dengan pengurus wilayah NU DKI Jakart. Tak hanya itu Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Marzuki Mustamar secara pribadi mengundang Anies ke pondok pesantren yang dipimpinnya beberapa waktu lalu. Artinya, Anies dan NU memiliki hubungan dekat.

“Baru-baru ini Anies juga ke Malang dan bertemu dengan tokoh NU Jawa Timur. Ini artinya Anies punya hubungan baik dengan NU di Jawa Timur yang merupakan basis terbesar NU,” kata Jamaluddin kepada KBA News kemarin lewat pesan tertulis.

Menurut Jamaluddin, kedekatan orang nomor satu di DKI Jakarta ini dengan warga NU tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga berkangsung di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten.

“Hal yang sama juga terlihat di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Anies terlihat tidak pernah bermasalah dengan warga NU,” ujarnya.

Olehnya itu, Jamaluddin yang juga peneliti mempertanyakan prosedur survei yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut, karena dalam survei tersebut tidak disertakan jumlah dukungan dan sampel yang digunakan. 

“Jadi, kalau Anies sama sekali tidak dipilih warga NU untuk capres 2024 ada kemungkinan kesalahan pada prosedur survei yang digunakan,” ucapnya.

“Hasil survei tersebut diragukan karena selama ini Anies tidak ada masalah dengan warga NU. Bahkan NU di Jakarta punya hubungan baik dengan Anies,” jelasnya.

Survei tersebut juga dikritik oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Pasalnya, dalam survei tersebut Muhaimin Iskandar kalah telak dari anak Abdurahman Wahid alias Gusdur, yakni Yeni Wahid. Padahal, selain pimpinan partai politik, Cak Imin juga merupakan wakil ketua DPR RI.

Komentar