Anies Jadi Gubernur Terpopuler, Pengamat Sebut Langkah Bagus Tingkatkan Elektabilitas

JAKARTA – Indonesia Indicator (I2), perusahaan Intelijen Media dengan menggunakan piranti lunak Artificial Intelligence (AI), menobatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Gubernur terpegah (terpopuler) dan paling berpengaruh pada 2021.

Penobatan Anies sebagai Gubernur terpopuler ini tak lepas dari keputusan-keputusan Anies yang kemudian mendapat berbagai respon masyarakat hingga elit politik di tanah air. Salah satu dari berbagai keputusan Anies yang banyak disorot adalah menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta yang berbeda dengan Pemerintah Pusat.

Selain itu, hasil survei Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) di 2024 juga menjadi daya tarik sendiri oleh media massa untuk memberitakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini.

“Saya melihat memang beberapa kali ya lembaga survei menempatkan Anies sebagai kepala daerah yang populer dan potensial untuk maju dalam Pilpres nanti, dan ketika Anies mendapat tempat lagi sebagai gubernur terpopuler 2021 versi Indonesia indikator, ya itu sebuah upaya yang bagus untuk menaikkan elektabilitas pak Anies, jika dia memang ingin maju pilpres,” kata Direktur Eksekutif Pusat Politik dan Sosial Indonesia (Puspolindo) Dian Cahyani di Jakarta, Sabtu 31 Desember 2021.

“Belakangan ini kan pak Anies sedang disorot berkaitan dengan aksi demo buruh yang meminta kenaikan UMP DKI Jakarta, juga pengendalian Covid-19 di ibu kota,” tambah Cahyani.

Menurut magister Komunikasi Politik ini, posisi Anies sangat diuntungkan dengan posisinya sebagai kepala daerah yang paling banyak disorot media, dan keuntungan ini tidak dimiliki oleh kepala daerah lain di Indonesia.

“Anies diuntungkan karena jabatannya yang mendapat sorotan paling besar ketimbang kepala daerah lainnya. Apalagi, Jakarta merupakan ibu kota negara,” ucapnya.

Penulis jurnal internasional ini melanjutkan, penobatan Anies sebagai Gubernur terpopuler ini bisa meningkatkan elektabilitas Anies ke depan, namun hal ini jangan menjadikan Anies berbesar kepala dan mengabaikan peluang kepala daerah lain yang menjadi saingannya, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Bisa saja ini jadi salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas Anies. Namun, dengan ada nya hasil survei yang menyebut Anies gubernur terpopuler, saya harap pak Anies tidak lantas besar kepala ya, melihat hasil survei yang menempatkan beliau paling populer,” harapnya.

Buat Cahyani, Anies harus memikirkan kendaraan apa yang akan dipakai untuk menuju panggung Pilpres 2024, dan juga menyiapkan langkah jitu setelah dia (Anies-red) menyelesaikan masa jabatannya di Jakarta pada Oktober 2022.

“Karena untuk menuju Pilpres, Anies harus punya kendaraan yang kuat. Hasil survei atau analisis itu terjadi saat ini, ketika beliau memang masih menjabat. Sebentar lagi kan pak Anies pensiun, momentum politiknya bisa hilang seiring waktu,” pungkasnya.

Sebagai Gubernur Paling Berpengaruh 2021, Anies Baswedan adalah figur yang pernyataannya paling banyak dikutip media. Anies di posisi pertama dengan 252.148 pernyataan. Ganjar Pranowo menguntit di belakang dengan 234.991 pernyataan. Ridwan Kamil yang berada di posisi ketiga, jumlah pernyataannya dimuat media online selama setahun mencapai 181.248. Sementara itu, total pernyataan Khofifah yang diekspose media mencapai 140.294. (RBA)

Komentar