Batu Bara, PPP: Kepentingan Nasional Lebih Utama Dibanding Keuntungan Ekspor

Liputan.co.id, Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Anwar Idris mendukung kebijakan pemerintah melarang ekspor batu bara per 1 Januari 2022. Larangan ekspor batu bara itu menurut Anwar, karena cadangan batu bara untuk PLN saat ini cukup kritis, sehingga pemerintah melarang ekspor batu bara.

“Batu bara adalah komoditas yang penting bagi negara dan hajat hidup masyarakat, sehingga memang diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kepentingan nasional harus lebih diutamakan dibanding kepentingan keuntungan melalui ekspor,” kata Anwar, dalam rilisnmya, Senin (3/1/2022).

Dikatakannya, saat ini kepatuhan perusahaan batu bara sepanjang 2021 kurang dari 1 persen, sehingga mengancam pasokan listrik untuk 10 juta pelanggan. Para pengusaha batu bara hendaknya tidak memikirkan keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat.

“Pemerintah sudah semampunya memberikan kemudahan untuk dunia usaha. Namun giliran pengusaha diwajibkan berbagi untuk kepentingan rakyat ada belum patuh,” tegasnya.

Politikus PPP ini menilai kebijakan pemerintah itu sudah cukup pro rakyat guna menghindari terjadinya pemadaman listrik karena minimnya pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di dalam negeri.

“Fraksi PPP mengapresiasi dan mendukung kebijakan Kementerian ESDM yang dengan cepat dan tegas telah melarang ekspor batu bara untuk mencukupi kebutuhan batu bara dalam negeri sehingga dapat menjamin keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Uap,” ungkap Anwar.

Dia juga menyayangkan tidak tercukupinya kebutuhan batu bara dalam negeri karena tidak terpenuhinya kewajiban pasok dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 25 persen. Oleh sebab itu Anwar mendesak pemerintah untuk lebih meningkatkan pengawasan pelaksanaan kewajiban DMO sebesar 25 persen untuk kepentingan nasional.

“Harus ada sanksi tegas bagi pengusaha yang tidak mematuhi kewajiban DMO sebesar 25 persen untuk memberikan efek jera sehingga ke depan kekurangan pasokan batu bara seperti yang sekarang ini terjadi tidak terulang lagi,” pungkasnya.[liputan.co.id]

Komentar