Dapat Dukungan Warga NU, Erick Thohir Punya Kualifikasi Sebagai Calon Pemimpin Masa Depan

JAKARTA – Peneliti Kebijakan Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP), Riko Noviantoro menilai menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mempunyai peluang yang sangat besar dalam menggaet massa pemilih dari warga nahdliyin (Nahdlatul Ulama) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024.

Hal itu tercermin dari hasil riset Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) yang menempatkan nama Erick Thohir masuk dalam 3 calon presiden yang menjadi pilihan warga NU.

“NU ini kan kita tahu merupakan ormas terbesar di Indonesia, sebagai ormas terbesar dia memiliki basis massa yang kuat di berbagai daerah. Adanya dukungan dari warga NU bagi Erick Thohir itu bisa menjadi sinyal yang bagus,” Kata Riko, kepada wartawan, Kamis 27 Januari 2022.

Menurutnya, sinyal dukungan dari warga nahdliyin ini akan lebih mengikat jika Erick melakukan kerja-kerja politik dengan membangun relasi yang baik ke basis-basis massa NU.

Diketahui, Erick Thohir intens menjalin kolaborasi dengan PBNU dalam penguatan ekonomi umat dan bagian dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan membangun kemandirian ekonomi di pondok pesantren.

Riko menambahkan, langkah awal Erick sudah tepat ketika resmi menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna setelah berhasil mengikuti seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) baru-baru ini.

“Langkah awal yang dilakukan Erick Thohir itu sudah tepat. Ke depan, kerja-kerja politik dengan membangun relasi ke basis massa ini harus diperkuat lagi,” jelas Riko.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa Erick Thohir merupakan salah satu kandidat yang potensial dalam Pilpres 2024. Pengalamannya di dunia internasional dan pengalamannya sebagai pengusaha bisa menjadi poin plus karena hal itu yang dibutuhkan bagi pemimpin Indonesia ke depan.

“Dia kuliah diluar negeri, punya pengalaman sebagai pengusaha, punya modal sosial yang baik untuk maju. Dia juga kandidat yang mempunyai jaringan yang kuat dan ini penting karena tantangan Indonesia ke depan semakin berat,” ucap Riko.

Indonesia, disebutkan Riko membutuhkan sosok calon presiden yang memiliki kualitas internasional. Tidak lagi sebatas sosok populer di dalam negeri. Ukuran kualitas internasional itu setidaknya punya relasi kuat pada lembaga internasional serta punya pengalaman cukup berinteraksi dengan komunitas internasional. (***)

Komentar