PRODEWA Dukung Presidential Threshold Nol Persen

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Aktivis yang tergabung dalam Eksekutif Nasional Progressive Democracy Watch (PRODEWA) mendukung gagasan Presidential Threshold nol persen.

Dukungan tersebut disampaikan aktivis PRODEWA saat melakukan audiensi dengan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (11/1/2022).

Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI didampingi oleh Senator asal Sulawesi Barat Ajbar. Sementara aktivis PRODEWA dihadiri oleh M Fauzan (Direktur PRODEWA), Fatih FA (Banten), M Rizieq (DKI Jakarta), A Zidni (Direktur) dan Rafli Maulana (Direktur Banten).

M Fauzan menjelaskan, lembaganya sependapat dengan gagasan Presidential Threshold. “Untuk memperbaiki demokrasi kita, salah satunya adalah Presidential Threshold nol persen,” kata Fauzan.

Dikatakannya, proses demokratisasi harus diselamatkan agar Indonesia tak terjerumus dalam otoritarianisme. Sebab, ia menilai belakangan ini mulai muncul geliat tersebut yang dirasakan aktivis-aktivis di kampus.

“Kami menilai mulai ada gelagat ke arah sana. Mana, salah satu upaya yang perlu untuk dilakukan adalah, demokrasi harus diselamatkan,” ujarnya.

Fauzan menegaskan, pihaknya siap-siap melakukan konsolidasi ke seluruh Indonesia untuk menggelorakan wacana tersebut.

“Kami akan melakukan konsolidasi dengan seluruh jejaring kami melalui berbagai kegiatan seperti simposium, diskusi dan aksi mengenai wacana Presidential Threshold nol persen,” kata Fauzan.

LaNyalla mengucapkan terima kasih atas dukungan PRODEWA. Ia berharap gerakan Presidential Threshold nol persen menjadi kesadaran bersama untuk mengoreksi arah perjalanan bangsa.

“Tentu saya berterimakasih atas dukungan yang luar biasa dari PRODEWA. Ini adalah ikhtiar kita. Upaya kita untuk memperbaiki demokrasi dan mengoreksi arah perjalanan bangsa,” katanya.

Dikatakan LaNyalla, hasil akhir dari tujuan gerakan tersebut adalah agar Indonesia bisa kembali mandiri dan bebas dari cengkeraman oligarki.

“Kita tak mau Indonesia terus dikuasai oleh oligarki. Ini adalah satu upaya kita untuk membebaskan negeri ini dari cengkraman oligarki,” katanya.[liputan.co.id]

Komentar