LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha menyayangkan sikap Menteri Agama yang cendrung tertutup kepada mitra kerjanya, Komisi VIII.
Politikus Partai Golkar itu menilai, minimnya komunikasi dan informasi dapat menghambat program yang telah dijalankan Kementerian Agama selama ini. Menurutnya, program Kemenag seharusnya disampaikan ke Komisi VIII. Dengan demikian, fungsi DPR RI dapat berjalan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya mau protes, program Kemenag ini anggarannya besar, namun sedikit melibatkan mitra. Bahkan, tak jarang instansi di bawah tahu lebih dahulu sebelum ada informasi dari Anggota DPR,” kata Ali Ridha, saat rapat kerja dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2022).
Saat pengumuman, lanjutnya, mereka yang mengusulkan bantuan tidak melalui Anggota, cair. “Sedangkan yang saya usulkan tidak cair. Saya minta Menteri Agama bisa menciptakan komunikasi yang baik dengan mitra kerja, agar informasi yang ada di masyarakat menjadi lebih baik,” pintanya.
Ali memberikan contoh, ketika isu batalnya pemberangkatan haji. Saat itu, Dewan turut memberikan edukasi ke masyarakat mengenai alasan batalnya pelaksanaan haji bukan karena Kemenag menggunakan dana haji untuk infrastruktur, tapi karena permintaan dari kerajaan Arab Saudi.
“Saat itu kami bantu menjelaskan kepada masyarakat, dan masyarakat paham akan hal tersebut. Jadi kalau komunikasi dijalankan dengan baik. Makanya hasilnya akan baik,” imbuhnya.[liputan.co.id]







Komentar