LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun menilai kehadiran aplikasi telemedisin di tengah pandemi Covid-19 memberikan manfaat dan edukasi kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Rudi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi VI DPR RI dengan Direksi PT Alodokter Teknologi Solusi, Managing Director PT Good Dokter Teknologi Indonesia, Chief Executive Officer PT Media Dokter Invastama, Chief Executive Officer PT Media Komunika Teknologi dan Direktur PT Sehat Harsana Emedika, membahas kesiapan layanan telemedis menghadapi kenaikan Covid-19 varian Omicron, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (7/2/2022).
“Telemedisin yang menggunakan teknologi digital ini saya apresiasi karena memberikan edukasi tentang berbagai penyakit dan apa saja obatnya. Jadi saya lihat, (dan) saya browsing di google, yang (aplikasi) Sehat itu bagus pak, dijelaskan kalau ada yang nanya obat ini dijelaskan penyakit ini, (aplikasi) Alodok dijelaskan begitu detail,” kata Rudi.
Menurut politikus NasDem itu, keberadaan telemedisin membuat masyarakat punya referensi bacaan mengenai penyakit dan obatnya. Masyarakat lanjutnya, memiliki pemahaman yang baik terhadap pengobatan suatu penyakit dengan dibantu dokter-dokter secara virtual.
“Ini memang bagus sekali pak, program seperti ini tidak bisa masyarakat yang 200 juta ini, kalau 10 persennya sakit, serbu ke rumah sakit, enggak mungkin menyerbu ke dokter, waduh kacau pak. Jadi dengan adanya dokter digital ini terbantu, saya juga terbantu ketika saya bilang saya sakit begini, diresepkan antibiotiknya ini, kirim obatnya melalui jasa kurir, melalui apotik mitra telemedisin,” imbuhnya.
Selain itu, Rudi juga menyoroti kualitas pelayanan dokter-dokter di aplikasi telemedisin. Menurutnya dokter-dokter tersebut perlu diberikan pengarahan dan pendidikan mengenai bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Jadi saya pernah mengalami sendiri hanya (sakit) ringan, saya pakai jasa Halodoc, jadi melalui aplikasi saya harus bayar (jasa) dokternya Rp50 ribu, Rp100 ribu tergantunglah itu. Lalu melalui WA (WhatsApp), tersambunglah kepada dokter tersebut, tapi dokter ini ada yang kurang kooperatif. Harusnya dididik lagi, jangan pakai dokter yang kualitas (pelayanannya) seperti itu. Ini kan pelayanan kepada masyarakat, minimal diarahkan,” usulnya.
Terakhir, anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Utara III itu meminta agar aplikasi telemedisin di Indonesia dapat meluaskan pelayanannya hingga ke desa-desa serta meningkatkan pelayanan dengan memberikan pelayanan konsultasi dokter yang tersedia selama 24 jam.
“Bagaimana dengan pelayanan masyarakat yang di desa? Yang memakai aplikasi ini, bagaimana nanti mereka meminta obatnya? Siapa yang mengirim? Kalau di kota kan banyak, yang di kota pasti ada kurir, kalau yang masuk ke kecamatan atau desa yang jauh siapa yang mengirim? Jangkauan pelayanan ini harus diperluas, karena ini bisa jadi pahlawan tanpa tanda jasa yang banyak bantu fasilitas pengobatan orang,” tutupnya.[liputan.co.id]







Komentar