JAKARTA – Peluang Anies Baswedan terpilih sebagai Presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 sangat terbuka lebar, jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak lagi maju sebagai Capres di 2024.
Peluang kemenangan Anies itu diakui oleh Lembaga survei nasional Trust Indonesia Research dan Consulting berdasarkan hasil survei mereka yang dilakukan pada tanggal 3-12 Januari 2022 secara offline (tatap muka).
Menurut Ditektur Eksekutif Trust Azhari Ardinal, Anies memiliki peluang besar terpilih sebagai Presiden 2024 jika Prabowo Subianto tidak mencalonkan diri kembali. Menurut Azhari, sosok Ganjar Pranowo tidak begitu kuat jika dibandingkan dengan Anies Baswedan.
“Apabila Prabowo Subianto tidak maju pada Pilpres 2024, maka Anies Baswedan yang berpeluang paling besar memenangkan Pilpres 2024 sekalipun head to head dengan Ganjar Pranowo,” kata Azhari lewat keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin 31 Januari 2022.
Dikatakan Azhari, jika partai politik memasangkan Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo sebagai pasangan Capres dan Cawapres, maka dipastikan akan memenangkan Pilpres 2024, meski lawannya Prabowo Subianto-Puan Maharani.
“Jika Anies Baswedan berpasangan dengan Ganjar Pranowo maka peluang kedua kandidat ini memenangkan Pilpres 2024 cukup besar, bahkan jika head to head dengan siapapun pasangan Calon Presidennya,” akuinya.
Dijelaskan Azhari, peluang Prabowo Subianto-Puan Maharani masih terbuka lebar untuk memenangkan Pilpres 2024. Namun, sosok Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno menjadi penentu buat pasangan Prabowo-Puan.
“Pasangan Prabowo Subianto – Puan Maharani dapat meraih elektabilitas tertinggi dan hanya bisa dikalahkan bila calon lawannya ‘lompat pagar’. Ganjar Pranowo keluar dari PDIP berpasangan dengan Anies Baswedan atau Sandiaga Uno keluar dari Partai Gerindra berpasangan dengan Anies Baswedan,” jelasnya.
Trust Indonesia Research dan Consulting kami melakukan Survei Nasional pada tanggal 3-12 Januari 2022 secara offline (tatap muka).
Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1200 responden yang diambil secara proporsional berimbang (50:50) laki-laki dan perempuan berdasarkan basis tempat pemungutan suara (TPS) by name, by address.
Populasi survei ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di 34 Provinsi dan telah mempunyai hak pilih, yaitu berusia 17 tahun keatas (memiliki KTP setempat) atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error) sebesar ± 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. (RBA)







Komentar