LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mengatakan, secara umum Rencana Induk pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN mengatur tentang visi, indikator kinerja utama, dan prinsip dasar pembangunan IKN yang menjadi lampiran dalam undang-undang.
Detail teknis menurut politikus Partai Golkar itu, akan diatur dalam Peraturan Presiden atau Perpres tentang Perincian Rencana Induk. Saat ini, dokumen tersebut masih dalam tahap penyusunan oleh pemerintah.
“Sebelumnya Pak Suharso (Menteri PPN) menyebutkan IKN baru nanti akan menjadi Kota Dunia untuk semua dan pusat gravitasi ekonomi baru. Kami sependapat dan juga berharap nantinya IKN ini menjadi lokomotif perekonomian Pulau Kalimantan dan nasional. Karenanya, hal ini perlu didukung perencanaan yang feasible, terintegrasi, dan menyeluruh,” kata Puteri, saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Kementerian PPN/Bappenas, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (3/2/2022).
Bappenas sebagai ujung tombak perencanaan IKN lanjutnya, juga harus memastikan agar Rencana Induk IKN menjadi pedoman dalam tahapan pembangunan ke depan.
“Bappenas harus memastikan Rencana Induk IKN yang tengah disusun ini terintegrasi dari hulu ke hilir, antar instansi vertikal dan horizontal, memperhatikan kesiapan pengembangan SDM, kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Termasuk harus memastikan konstelasi kewilayahan terutama hubungan dengan kota-kota satelit di sekitarnya,” ujar dia.
Puteri juga mendorong Bappenas untuk memperjelas perencanaan Jakarta pasca pemindahan IKN. “Memang sudah disebut Jakarta nantinya menjadi pusat bisnis. Namun, dari segi pengembangan wilayah, seperti apa arah pengembangan wilayah Jakarta ke depan. Apalagi wilayah Jakarta dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan metropolitan terbesar di dunia. Karenanya, Bappenas juga perlu melakukan kajian dan perencanaan untuk optimalisasi peran Jakarta ke depan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Suharso Monoarfa menyatakan akan melakukan perencanaan secara teknokratik sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
“Kita membangun IKN seperti yang berulang kali saya sampaikan, tidak seperti menggosok lampu aladin. Tapi kita melakukannya secara bertahap. Hari ini yang sudah kita lakukan adalah memastikan ketersediaan air. Karena itu paling penting. Dengan dibangunnya bendungan Sepaku Semoi dan jalan logistik,” ungkap Suharso.[liputan.co.id]







Komentar